Beranda BERITA UTAMA Marawi Masih Mencekam, Wartawan Australia Tertembak

Marawi Masih Mencekam, Wartawan Australia Tertembak

BERBAGI

AFP PHOTO / NOEL CELIS

MARAWI, kabarpolisi.com – Situasi Kota Marawi, di selatan Pilipina masih mencekam dan menjadi ajang pertempuran antara kelompok milisi Maute dan militer Filipina lebih dari dua pekan. Seorang wartawan televisi asal Australia ditembak di bagian leher, Kamis (15/6), saat dia meliput berita di Kota Marawi, Filipina Selatan, Kamis (15/6).

Adam Harvey, seorang reporter Australian Broadcasting Corporation (ABC), menulis di Twitter, ‘Beruntung’, di samping gambar X-ray yang menunjukkan peluru yang bersarang di lehernya, dekat dengan tulang punggungnya.

“Terima kasih semuanya. Saya baik-baik saja. Peluru masih ada di leher saya, tapi tidak sampai mengenai sesuatu yang penting,” kata dia dalam komentar di Twitter.

Harvey ditembak di Marawi, kota muslim yang paling penting di Filipina yang sebagian besar beragama Katolik. Pasukan pemerintah tengah berjuang untuk mengalahkan ratusan milisi yang berafiliasi dengan kelompok Islamic State (IS).

“Dia (Harvey) berada di dalam kompleks ibu kota provinsi tempat wartawan lokal dan asing berkumpul selama lebih dari tiga pekan pertempuran,” kata juru bicara komite manajemen krisis pemerintah, Zia Alonto Adiong.

Sementara itu, pasukan militer AS telah berada di Marawi untuk membantu tentara Filipina dalam memerangi milisi Maute. Hal itu diutarakan juru bicara militer Filipina pada Rabu (14/6).

Sejumlah kecil tentara AS memberikan bantuan pengawasan penting. Kendati tidak memiliki peran tempur, mereka tetap diizinkan untuk menembak milisi Maute jika diserang.

Hal itu dijelaskan juru bicara militer Filipina Brigadir Jenderal Restituto Padilla. Sejauh ini, suasana Marawi masih mencekam.

Hingga kini, pertempuran telah menyebabkan 26 warga sipil dan 58 tentara Filipina tewas serta lebih dari 200 anggota milisi tewas. Informasi dari sejumlah warga mengaku melihat sekitar 100 mayat bergeletakan di jalanan. (devara)

BACA JUGA  Kapolri : Operasi Ketupat untuk Menghambat Pergerakan Warga