BERBAGI

Ilustrasi

Jakarta, kabarpolisi.com – Pihak kepolisian berhasil meringkus tujuh pembobol dengan modus ganjal ATM. Mereka ialah Wan, Faris, Hengki, Ardi, Doni, Sukarni, dan Ismail. Modus yang mereka gunakan dengan menyelipkan batang korek ataupun mika di lubang kartu ATM.

Ketujuh tersangka ditangkap pada Rabu (20/11) sekitar pukul 01.45 WIB oleh tim Opsnal Unit 1 Subdit Resmob Polda Metro Jaya. Pelaku pertama bernama Ismail ditangkap di wilayah Kembangan, Jakarta Barat, sementara sisanya ditangkap di Jalan Cibinong, Depok, Jawa Barat.

“Ada empat yang masih DPO (daftar pencarian orang) di Kembangan ini pertama AC, kedua Y, ketiga R dan keempat YW,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (29/11).

Yusri menjelaskan para tersangka mengincar mesin ATM di tempat sepi seperti di SPBU dan minimarket. Mereka menyelipkan batang korek atau mika di lubang kartu. Akibatnya kartu ATM milik warga yang tengah menarik uang tunai tidak dapat keluar.

Dalam kondisi itu, salah satu dari pelaku menawarkan bantuan. Tujuannya untuk menukar kartu ATM milik korban dan mengetahui nomor PIN korban.

“Itu modus lama sebenarnya,” kata Yusri.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Dedy Murti, mengatakan, pelaku belajar mencuri dengan modus itu dari YouTube. Namun, ada pula yang mendapatkan ilmu tersebut dari narapidana.

“Mereka belajar dari YouTube. Ada juga yang belajar saat mereka di dalam lapas, karena ada yang residivis. Selain itu juga pengembangan modifikasi mereka sendiri,” kata Dedy.

Dedy mengatakan, dalam laporan yang diterima polisi korban memang tidak ada yang mengalami kerugian karena ATM telah diblokir sebelum pelaku menggasak isinya. Namun, polisi masih akan menyelidiki lagi hal ini. Pasalnya pelaku sudah beraksi sejak beberapa tahun lalu.

“Selama tiga sampai empat tahun di Jakarta kalau mereka tidak ada pekerjaan sebagai buruh lepas atau jualan, mereka kembali ke profesi semula (membobol ATM). Semacam siklus dan lebih karena faktor ekonomi,” kata Dedy.

Selain menangkap pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa sembilan telepon genggam, pinset, obeng, penggaris, tang, kawat besi yang telah dimodifikasi, KTP pelaku, serta uang tunai Rp 400 ribu. Selain itu juga ada 76 kartu ATM milik para korban.

Tersangka kini ditahan di Polda Metro Jaya. Mereka dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara.

Musta’in