Beranda BERITA UTAMA Admin Facebook “Keranda Jokowi – Ahok” Ditangkap di Bukittinggi

Admin Facebook “Keranda Jokowi – Ahok” Ditangkap di Bukittinggi

BERBAGI

JAKARTA, kabarpolisi.com – Ropi Yatsman alias Agus Hermawan, 27, warga Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, ditangkap Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Yopi diduga memiliki akun facebook atas nama Agus Hermawan dan Yasman Ropi dan admin group facebook “Keranda Jokowi – Ahok” yang sering melakukan ujaran kebencian terhadap pemerintah.

Kini Ropi ditahan di Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. “Kami tangkap 27 Februari lalu,” kata Kombes Fadil Imran, Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri kepada wartawan di Jakarta Kamis kemarin.

Menurut Fadil, Ropi sering mem-posting konten hate speech kepada pemerintah. “Ia dikenakan pasal 45 ayat (2) Jo Pasal 28 ayat 2 UU No.19 Tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik, dan atau pasal 16 Jo Pasal 4 huruf b angka 1 UU No. 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis,” kata Fadil.

Ropi, kata Fadil, juga diduga sebagai admin dari grup publik Facebook “Keranda Jokowi-Ahok” yang seringkali memuat konten negatif mendiskreditkan pemerintah. Ropi ditangkap di sebuah ruko perusahaan ekspedisi Jalan Raya Padang Bukit Tinggi, tempatnya bekerja

Dalam penangkapan, petugas menyita barang bukti berupa KTP atas nama Ropi Yatsman, satu telepon genggam blackberry 8520 berwarna hitam beserta kartu telepon dengan nomor 08119205256, satu handphone Asus Z00UD warna hitam beserta sim card dengan nomor 08116678396 dan 085763290078 serta satu CPU Simbadda hitam.

Fadil menambahkan, kepolisian juga telah mengantongi sejumlah akun media sosial yang tergolong melakukan hate speech. Pihaknya akan segera melakukan penindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku sebagai upaya penegakkan etika dalam beraktifitas di dunia maya.

Penangkapan Yopi cukup menghebohkan dunia maya di Sumbar. Beberapa netizen yang dihubungi kabarpolisi.com mengatakan, walau pun menulis di dunia maya bebas namun perlu hati-hati dan harus bisa membedakan antara kritik, fitnah dan caci maki.

BACA JUGA  Bareskrim Polri Hentikan Kasus FPI, Status Tersangka 6 Laskar Gugur

“Semoga penangkapan ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Kebebasan itu juga ada tanggungjawabnya, ” kata seorang netizen yang menolak ditulis namanya. (rizal/hamzah/nafi)