Beranda BERITA UTAMA Akpol 1991 yang Bersinar dari Listyo Sigit, Fadil Imran Hingga Krishna Murti

Akpol 1991 yang Bersinar dari Listyo Sigit, Fadil Imran Hingga Krishna Murti

BERBAGI

Lulusan Akpol 1991; Listyo Sigit Prabowo, Fadil Imran, M. Iqbal dan Krisnha Murti (Ist)

JAKARTA – Ketua DPR RI, Puan Maharani mengumukan langsung lulusan Akademi Kepolisian atau Akpol 91, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis.

Presiden Joko Widodo mengirimkan Sekretaris Negara Pratikno untuk membawa surat presiden pengajuan Listyo Sigit Prabowo sebagai calon kapolri.

Sehingga, sedikit lagi Listyo Sigit Prabowo akan menjadi Kapolri.

Akpol 91 membuat sejarah dalam perjalanan prajurit Polri.

Listyo Sigit Prabowo akan menguasai jajaran Polri hingga tahun 2027 mendatang.

Ia baru pensiun Mei 2027.

Lalu siapa Akpol 91 yang bersinar?

Baca selengkapnya!

1. Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Iqbal

Irjen Pol Muhammad Iqbal lahir di Palembang, Sumatra Selatan, 4 Juli 1970; umur 50 tahun).

Sosok Irjen Muhammad Iqbal adalah seorang perwira tinggi Polri yang sejak 1 Mei 2020 mengemban amanat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat.

Iqbal, lulusan Akpol 1991 ini berpengalaman dalam bidang lantas.

Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini adalah Kepala Divisi Humas Polri.

Tahun 2020, Muhammad Iqbal promosi menjadi Kapolda Nusa Tenggara Barat.

2. Karomisinter Divhubinter Polri Brigjen Krishna Murti

Nama Krishna Murti dikenal saat menjadi garda terdepan dalam baku tembak teroris di peristiwa Bom Jakarta 2016 lalu.

Saat ini Krishna Murti sudah berpangkat jenderal bintang satu.

Brigjen Pol Krishna Murti lahir di Ambon, Maluku, 15 Januari 1970 (50 tahun).

Ia adalah seorang perwira tinggi Polri yang sejak 20 Juli 2017 mengemban amanat sebagai Karomisinter Divhubinter Polri.

Krishna merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991.

Sebelumnya, dia menjabat sebagai Kabagkembangtas Romisinter Divhubinter Polri.

BACA JUGA  Irjen Wahyu Widada Jadi Ketua Tim Naskah Komjen Sigit Saat Tes Calon Kapolri

Krinna Murti memulai kariernya di Polda Jawa Tengah.

Pada tahun 1994-1996, Krishna dipercaya sebagai Pengasuh Taruna Akpol hingga kemudian diangkat sebagai Kanit Serse Polwiltabes Surabaya pada tahun 1997-1998.

Tahun 1996, ia ditunjuk sebagai Komandan Kontingen Polri untuk misi perdamaian PBB di Bosnia.

Ia termasuk anggota Polri pertama yang masuk ke Darfur tahun 2008.

Selama bertugas di PBB, ia telah menjejakkan kakinya di sedikitnya 50 negara bagian di Afrika, Timur Tengah, dan Eropa dari Uganda, Libya hingga Afganistan.

Selanjutnya, ayah dua anak ini melanjutkan studi kesarjanaan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada tahun 1999.

Di Angkatan XXXV PTIK, Krishna lulus pada tahun 2000 sebagai mahasiswa dengan peringkat terbaik pertama.

Saat menjadi Diskrimun Polda Metro Jaya, dia menjadi polisi yang memburu kasus Bom Sarinah.(*)

3. Kapolda Metro Jaya Irjen Mohammad Fadil Imran

Putra asal Bontonompo, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan kini menjabat sebagai kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (kapolda Metro Jaya).

Jebolan Akademi Kepolisian angkatan 1991 ini mengemban tugas berat untuk menjaga keamanan di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.

Irjen Fadil Imran menggantikan posisi Irjen Pol Nana Sudjana yang dicopot dari jabatannya sebagai kapolda Metro Jaya, Senin (16/11/2020) lalu.

Irjen Pol Muhammad Fadil Imran lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 14 Agustus 1968; umur 52 tahun).

Ia adalah seorang perwira tinggi Polri yang sejak 16 November 2020 menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya dan sebelumnya sempat menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur.

Sosok Jenderal Asal Makassar ini berpengalaman dalam bidang reserse.

Sebelumnya, dia menjabat sebagai Staf Ahli Sosial Budaya Kapolri.

Salah satu kasus menonjol adalah ia menangani kasus kerumuman massa di Petamburan, Jakarta Pusat hingga mentersangkakan Imam Besar Front Pembela Islam, Habib Rizieq Shihab.

BACA JUGA  Pengamat : Jenderal Sigit Bikin Jokowi Tenang Hadapi Suksesi 2024

Tata Tanur