Beranda UTAMA Barcelona Tumbang, Liverpool Melenggang

Barcelona Tumbang, Liverpool Melenggang

BERBAGI

JAKARTA, kabarpolisi.com – Barcelona tumbang? Publik sepakbola dunia seperti tak percaya. Tapi itulah faktanya. Di partai lainnya Liverpool berhasil melenggang ke semifinal setelah mengalahkan Manchester City 2-1.

Daniele De Rossi dan Kostas Manolas membayar kesalahannya pada leg pertama lalu. Gol-gol yang diciptakan keduanya plus satu gol dari Edin Dzeko ke gawang Barcelona pada laga perempat final leg kedua Liga Champions di Olimpico, Rabu (11/4/2018) dini hari WIB, berhasil mengantarkan Roma lolos ke semifinal Liga Champions.

Giallorossi lolos dengan agresivitas gol tandang. Di leg pertama lalu mereka mencetak satu gol saat kalah 1-4. Kemenangan 3-0 di leg kedua membuat skor agregat jadi imbang 4-4, tetapi satu gol di Camp Nou tadi yang akhirnya jadi penentu kelolosan Roma.

Butuh tiga gol atau lebih membuat AS Roma tampil menyerang sejak menit awal. ‘Serigala Ibu Kota’ melakukan perubahan dalam susunan 11 pemainnya. Kali ini, Eusebio Di Francisco memainkan pola 3-5-2.

Patrick Shick dan Edin Dzeko menjadi duet di lini depan. Kevin Strootman, Radja Nainggolan, dan Daniele De Rossi menjadi penyeimbang di lini tengah.
Sementara, Barcelona datang ke Olimpico Stadium dengan kekuatan penuh. Ernesto Valverde memilih pola 4-4-2 untuk meladeni permainan tim tuan rumah.

Lionel Messi yang sedang tokcer dimainkan di lini depan dengan Luis Suarez. Di tengah, kuartet Andres Iniesta, Sergi Roberto, Sergio Busquest, dan Ivan Rakitic dimainkan oleh Valverde.

Roma yang butuh gol cepat untuk memotivasi para pemainnya menenkan Barcelona sejak menit awal. Hasilnya positif ketika di menit keenam, Roma sudah mampu mencetak gol.

Umpan jauh yang dilepaskan Daniele De Rossi diterima oleh Dzeko di belakang pertahanan Barcelona. Lalu, Dzeko dengan sepakan kaki kiri mampu mengecoh Marc-Andre ter Stegen.

Ketinggalan, membuat Barcelona mencoba untuk menyamakan. Sergi Roberto mempunyai peluang tetapi sepakannya masih bisa ditangkap oleh Alisson Becker.

Roma juga tidak berpuas diri dengan hanya mencetak satu gol. Tim asal Ibu Kota Italia itu terus menerus menyerang pertahanan Barcelona.

Patrick Shick mempunyai peluang emas lewat sundulannya. Tapi, sundulan mantan pemain Sampdoria itu masih melebar dari gawang Barcelona. Begitu juga dengan Dzeko yang hampir mencetak gol kedua untuk Roma ketika upayanya masih bisa dihalau oleh Ter Stegen. Tidak ada gol lagi yang tercipta hingga turun minum.
Babak kedua, Barcelona mencoba meningkatkan intesitas serangan.

Tapi, Messi dan kolega amat kesulitan menembus lini belakang dari Roma.
Barcelona yang terus menerus menekan malah kembali kebobolan. Kali ini gol terjadi lewat tendangan penalti di menit ke-58.

Penalti diberikan oleh wasit karena Gerard Pique menjatuhkan Edin Dzeko. De Rossi yang maju sebagai algojo dengan tenang memasukkan bola ke dalam gawang dan mengubah skor menjadi 2-0.
Butuh satu gol lagi untuk lolos membuat pemain Roma semakin bersemangat.

Nainggolan hampir saja mencetak gol. Tendangan dari dalam kotak penalti pemain asal Belgia itu masih bisa ditangkap oleh Ter Stegen.

Begitu juga dengan sundulan Daniele De Rossi di menit ke-68. Menyambut umpan Florenzi sundulan kapten Roma itu masih melebar tipis dari gawang Ter Stegen.

Untuk menambah gol, Roma memasukkan pemain-pemain bertipe penyerang. Stephan El Shaarawy dan Cengiz Uender dimainkan oleh Di Francesco. El Shaarawy pun mendapatkan peluang emas tapi tendangannya masih bisa ditepis oleh Ter Stegen.

Upaya Roma untuk menambah gol akhirnya terwujud di menit ke-82. Adalah Kostas Manolas yang membuat skor menjadi 3-0 usai sundulannya memanfaatkan sepak pojok Uender gagal dihalau Ter Stegen.
Barcelona berupaya mencetak gol untuk bisa memperpanjang napasnya. Namun, tidak ada gol lagi yang tercipta dan Roma lolos ke semifinal Liga Champions.

Liverpool Melenggang

Sementara itu, Manchester City tersingkir dari Liga Champions. Sempat unggul 1-0 di awal babak pertama, City ditumbangkan Liverpool 1-2 di leg kedua perempat final liga itu di Stadion Etihad, Selasa (10/4/2018) atau Rabu (11/4/2018).

Liverpool, secara aggregate unggul 1-5, nyaris tumbang. City unggul begitu cepat lewan G Jesus pada menit kedua. Namun, sejak itu, kendati City mendominasi pertandingan, tidak mampu menjebol gawang Liverpool.

Bahkan apda menit ke-55, di babak kedua, Salah menjadi penghancur awal Manchester City. Golnya memanfaatkan bola liar menjebol gawang Ederson. Kemudian, pada menit ke-76, giliran Firmonho yang melesakkan si kulit bundari ke gawang City. Dia memanfaatkan kesalahan Otamendi, yang gagal menguasai bola di kakinya.

Liverpool pun ke semifinal. Ini pun menjadi kekalahan beruntun ketiga City di depan publik sendiri, dua kali dari Liverpool dan sekali oleh Manchester United.

City, begitu julukan tim besutan pelatih Pep Guardiola, tampil dalam kondisi psikologis yang kurang baik. Selain digebuk 3-0 oleh Liverpool di leg pertama Liga Champions pekan lalu, Sabtu (7/4/2018) di depan publik mereka sendiri -Stadion Etihad– juga dipermalukan Manchester United 2-3.

Kekalahan itu terasa menyakitkan. Pasalnya, mereka sudah dalam situasi ingin merayakan kemenangan dan gelar juara. Pada babak pertama, mereka sudah leading 2-0 dari pasukan Jose Mourinho. Namun, di babak kedua, situasi berbalik.

Dua gol Paul Pogba dan satu gol Smalling justru membalikkan keadaan dan membawa Manchester United menang. Saat itu, City ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula. Sudah kalah, gelar juara yang sudah di depan mata, tertunda diraih dan dirayakan.

Mohammad Devara Pratama