BERBAGI

JAKARTA, kabarpolisi.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, total gempa bumi susulan yang terjadi di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah mencapai 209 kali. Gempa susulan tercatat sejak gempa pertama sekuat 7,4 skala richter (SR) pada Jumat (28/9) hingga pukul Ahad (30/9) 12.00 WIB.

“Skala gempa susulan berkisar 3-4 SR. Kami belum bisa memprediksi gempa susulan yang akan terjadi baru bisa mencatat gempa yang sudah terjadi,” kata Staf Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Priyobudi di Kantor Pusat BMKG, Kemayoran, Jakarta Pusat, Ahad (30/9).

Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya kepada informasi yang tidak benar. Warga sekitar juga diharap mengikuti arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk tetap berada di zona evakuasi.

Gempa yang terjadi, lanjut Priyobudi akibat terjadinya pergseran lempeng bumi tepatnya sesar palu koro yang sebelumnya terkunci. Perpotongan sesar tersebut tepat berada di Kota Palu. Sesekali, kata dia, kunci lempeng terlepas dan menyebabkan gempa dengan skala kecil hingga besar.

“Sesar palu koro ini kira kira selalu bergerak sekitar 40 milimenter sekali dalam satu tahun. Tapi, tidak selamanya selalu terjadi,” ujar dia.

Priyobudi menambahkan, akibat adanya pergerakan besar dari sesar palu koro maka otomatis kunci-kunci lempeng di sekitarnya ikut terbuka dan menyebabkan gempa susulan.

Dilansir Republika.co.id sebelumnya, Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhamad Sadly menjelaskan, gempa tektonik telah terjadi di Kabupaten Donggala, Sulteng Jumat (28/9) pukul 17.02 WIB dengan kekuatan 7,7 SR. Lokasi gempa berada di 0.18 lintang selatan dan 119.85 bujur timur dan berjarak 26 km dari utara Donggala, Sulteng, dengan kedalaman 10 km.

Setelah bertambahnya rekaman seismometer, yang dipantau dari 146 sensor maka data diperbaharui menjadi gempa berkekuatan 7,4 SR yang berpusat 0.20 lintang selatan dan 119.89 bujur timur dengan kedalaman 11 km. (Rizal)