Beranda BERITA UTAMA Brimob Polri Dirikan 7 Dapur Umum di Jakarta

Brimob Polri Dirikan 7 Dapur Umum di Jakarta

BERBAGI

Jakarta, kabarpolisi.com – Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri, Komjen Polisi Agus Andrianto, sekaligus sebagai Kaopspus Kontinjensi Aman Nusa II Penanganan Covid-19, mengecek dapur umum TNI-Polri. Pada kesempatan itu, Agus didampingi Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Nana Sudjana, Aslog Kapolri, Wakapolda Metro Jaya, dan Karo Penum Divhumas Polri.

Rombongan berangkat dari Lobby Gedung Promoter Polda Metro Jaya kemudian menempuh rute Kampung Melayu-Johar Baru-Tanjung Priok-Kota Tua. Sebelumnya, gabungan Korps Brimob Polri dan Sat Brimob Polda Metro Jaya telah mendirikan dapur umum di tujuh titik di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Ketujuh titik itu adalah Taman Sari, Jakarta Barat, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kampung Melayu, Jakarta Timur, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Kemayoran, Jakarta Pusat, Johar Baru, Jakarta Pusat. Sedangkan, bahan baku yang tersedia adalah beras, telur, minyak goreng, tempe, tahu, bumbu dapur.

Menurut Agus, dapur umum tersebut didirikan sebagai upaya Polri menghadirkan jaring pengaman sosial bagi masyarakat dan sebagai tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo agar segenap jajaran pemerintah baik di pusat maupun di daerah untuk mendayagunakan seluruh kekuatan dan upaya pada penanganan Covid-19 baik di bidang kesehatan maupun menangani dampak sosial dan ekonomi yang timbul.

Instruksi presiden tersebut menjadi penekanan khusus bagi Panglima TNI dan Kapolri yang segera memerintahkan jajarannya masing-masing untuk bahu-membahu membantu kesulitan masyarakat.

“Saya berharap dapur umum yang telah didirikan dapat membantu memenuhi kebutuhan makan masyarakat yang terdampak akibat diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka pencegahan persebaran Covid-19,” kata Agus melalui keterangan resminya, Kamis, 16 April 2020 seperti dikutip VIVAnews

Agus menuturkan dapur umum ini didirikan untuk mengamankan jaring pengaman sosial agar masyarakat tidak kelaparan. Karena dia mengingatkan bahwa masalah perut sangat rawan.

BACA JUGA  Bareskrim Polri Tetapkan Ambroncius Nababan, Tersangka Rasisme

“Orang bila lapar tidak akan bisa berpikir secara logis. Bila lapar berkepanjangan, berpotensi akan menimbulkan kesempatan untuk melakukan tindak pidana,” katanya.

Selain itu, Agus juga menyempatkan meninjau lokasi pemakaman korban Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat. Menurut laporan, sampai saat dilakukan peninjauan, sudah ada delapan jenazah korban meninggal Covid-19 yang dimakamkan di TPU Tegal Alur.

Di lokasi pemakaman ini juga dilakukan penyerahan bantuan sembako kepada petugas pemakaman. Sembako yang dibagikan berjumlah 300 paket.

Mustain