Beranda BERITA UTAMA Capres Fiktif Nurhadi Diamankan Polisi Terkait Tenggelamnya Nanggala-402

Capres Fiktif Nurhadi Diamankan Polisi Terkait Tenggelamnya Nanggala-402

BERBAGI

Nurhadi Dildo

JAKARTA – Salah satu warga Kudus yang juga dikenal sebagai capres fiktif, Nurhadi diamanakan oleh kepolisian usai meledek tenggelamnya KRI Nanggala 402.

Nurhadi mengunggah unggahan yang menunjukkan kata-kata tak senonoh pada akun media sosail miliknya.

Usai mengunggah unggahan yang menggunakan kata-kata tak senonoh, pihak kepolisian pun langsung melacak dan menangkap Nurhadi.

Hal tersebut dikatakan oleh Kapolres Kudus, AKBP Aditya Surya Dharma.

“Nurhadi (NH) kami amankan terkait unggahan yang tidak layak berkaitan dengan tenggelamnya KRI Nanggala 402,” kata AKBP Aditya Surya Dharma kepada wartawan, Selasa, 27 April 2021.

Saat ini, Nurhadi berada di Polres Kudus dan sedang dilakukan pemeriksaan.

“Kami amankan di kantor untuk melakukan pemeriksaan. Kami akan dalami dan lengkapi dulu untuk kasusnya,” ujar Aditya Surya Dharma.

Nurhadi diamankan di Polres Kudus pada Senin, 26 April 2021 pukul 22.00 WIB.

Nurhadi merupakan waga dari Desa Golan, Tepos, Kecamatan Mejobo, Kudus, Jawa Tengah.

Saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan terkait tujuan dan motifnya mengunggaj perkataan tidak senonoh tersebut.

Dari hasil pemeriksaan sementara yang didapatkan oleh Polres Kudus, Nurhadi mengunggah kata-kata tersebut sebagai bahan lelucon.

Namun, polisi masih mendalami motif tersebut lebih lanjut lagi.

Terkait kasus penangakapan Nurhadi, Aditya memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat agar bijak saat bermain media sosial dan tidak menjadikan dukacita atau musibah sebagai lelucon.

Setelah ditangkap polisi, Nurhadi meminta maaf dan permintaan maaf tersebut diunggah di akun Instagram infokomando.

Sebelumnya, salah satu anggota Polsek Kalasan, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) juga diamankan karena menuliskan komentar negatif terkait tenggelamnya KRI Nanggala 402.

Polda DIY pun meminta maaf atas ulah yang dilakukan oleh anggotanya.

Siapa Nurhadi

Pasangan calon presiden dan wakil presiden fiktif, Nurhadi-Aldo, menyindir politikus dan pemerintah dengan meme. Siapa di balik Nurhadi-Aldo?

Beberapa pekan terakhir ini, para pengguna media sosial mungkin sulit menghindar dari pasangan calon presiden bernama Nurhadi-Aldo.

BACA JUGA  Tinjau Arus Mudik di Bandara Soetta, Kapolri : Perketat Pengawasan Warga dari LN

Sekilas, poster Nurhadi-Aldo tampak seperti pasangan politikus yang sungguh-sungguh ingin memikat para pemilih: dua pria setengah baya bersongkok, dengan nama partai dan slogan kampanye.

Namun ketika diamati baik-baik, nama Nurhadi ditulis dengan tinta merah pada bagian “DI” dan nama Aldo ditulis merah pada huruf “LDO”. Mereka diusung oleh “Koalisi Indonesia Tronjal Tronjol Maha Asyik”.

Nurhadi-Aldo adalah pasangan calon presiden dan wakil presiden fiktif yang diciptakan oleh sekelompok anak muda yang merasa gerah dengan kampanye hitam yang banyak terjadi di panggung politik Indonesia.

Nurhadi-Aldo: Penyegar kesumpekan Pilpres yang menormalisasi kecabulan politik?
Nurhadi-Aldo: Capres guyonan dari Kudus siap terima tantangan ‘kampanye’
Membawa meme lucu ke ranah politik sesungguhnya mudah, Ferguso
“Di berbagai sosial media sekarang banyak kampanye hitam saling menjelekkan. Masyarakat mulai terkotak-kotak. Nurhadi-Aldo hadir untuk meredam itu, untuk meredam konflik antar kubu,” kata salah satu anggota Tim Sukses Nurhadi-Aldo, saat bicara dengan BBC Indonesia, Kamis (03/01).

Sekitar delapan pemuda usia dari 17-23 tahun yang tinggal di beberapa kota di Indonesia ini tidak ingin disebutkan namanya.

Hanya dalam dua minggu setelah diluncurkan, akun Nurhadi-Aldo di Facebook telah punya lebih dari 81.000 pengikut, 18,600 di Twitter, dan 73.000 di Instagram.

Foto dan meme Nurhadi-Aldo pun dibagikan berulang kali di media sosial. Sebagian besar postingan Nurhadi-Aldo di media sosial mendapat tanggapan meriah berupa ratusan komentar dan reaksi.

Hentikan Instagram pesan, 1

Lompati Instagram pesan, 1
Akun ini tak ingin sekadar menjadi akun shitposting, tapi juga punya tujuan. Shitposting adalah aktivitas online yang awalnya dikenal sebagai posting konten yang mengejutkan atau ofensif. Shitposting bisa juga dipakai untuk konten yang “tidak berfaedah”. Kampanye Nurhadi-Aldo adalah cara mereka menyampaikan kritik untuk pemerintah dan politisi di Indonesia.

“Ketika Nurhadi keluar dalam bentuk banyolan, di dalamnya ada pesan untuk masyarakat,” kata dia.

BACA JUGA  Tinjau Arus Mudik di Bandara Soetta, Kapolri : Perketat Pengawasan Warga dari LN

Pesan itu, adalah untuk meminta masyarakat Indonesia tidak gampang dipengaruhi oleh politisi yang membuat warga jadi terpecah belah dan saling bermusuhan.

“Ada banyak yang bisa kita kritik, ada pemerintah, politisi, dari pada berantem sesama rakyat. Karena tidak mengubah apa-apa kalau sesama rakyat saling berantem,” kata dia.

Ketika para seniman membentuk ‘negara’ dalam negara tanpa dituduh makar
Ada bahaya di balik meme ‘tenggelamkan’ Menteri Susi yang lucu
Young Lex dan Lisa Blackpink: Di mana batas antara bercanda dan pelecehan seksual?
Permusuhan antara rakyat itu, kata dia, terutama bisa diamati melalui media sosial.

“Kalau kita lihat di kolom komentar partai politik, pasti ada debat ini itu. Di kolom komentar Nurhadi-Aldo, tidak ada pertengkaran. Adem ayem, semua orang tertawa”.

Beberapa komentar yang menyinggung pasangan calon presiden dan wakil presiden, segera ditolak oleh pembaca lain.

Akun ini pun kerap kali dikaitkan dengan salah satu calon presiden, dan dituduh sebagai sebuah pengalihan isu.

“Tuduhan ini datang dari kedua kubu. Kami biasa saja, malah kami balas dengan komentar lucu,” kata dia. Mereka pun segera memberikan klarifikasi jika nama Nurhadi-Aldo digunakan untuk politik.

Tim Sukses yang terdiri atas beberapa pengelola akun candaan, meme dan shitpost ini pun belum pernah bertemu satu sama lain. Setelah memutuskan untuk “berkoalisi”, semua komunikasi dilakukan via online.

“Gerakan ini tanpa modal sama sekali, tapi bisa dikenal banyak orang. Politikus zaman sekarang bisa mengeluarkan dana miliaran, tapi ini nol rupiah. Kami swadaya sendiri, dengan kuota sendiri, wifi sendiri,” kata dia.

Meski demikian, mereka punya pembagian tugas yang jelas. Siapa yang bertugas mendesain, membuat strategi marketing, maupun menjadi editor.

Konten bernada mesum
Sebagian besar konten kampanye Nurhadi-Aldo mengandung konten yang bernada mesum, dari singkatan nama mereka sampai partai pengusungnya.

Hentikan Twitter pesan, 1

BACA JUGA  Tinjau Arus Mudik di Bandara Soetta, Kapolri : Perketat Pengawasan Warga dari LN

Lompati Twitter pesan, 1
Tim sukses Nurhadi-Aldo mengakui nada mesum di posting Nurhadi-Aldo adalah salah satu bentuk strategi marketing.

“Dari pengamatan kami di akun media sosial pasangan calon dan politikus, ketika ada orang yang berkomentar sesuatu yang syur, debat itu akan damai dan teralihkan membahas hal-hal syur itu,” kata dia.

Singkatan-singkatan bernada mesum juga dipakai untuk menarik perhatian. Dengan cara ini, mereka yakin bahwa akun Nurhadi-Aldo akan viral.

Selain konten bernada “syur”, Nurhadi-Aldo juga tak segan membahas topik-topik lain yang dianggap sensitif, misalnya tentang isu-isu kiri, legalisasi ganja, maupun isu kristenisasi.

Hentikan Instagram pesan, 2

Lompati Instagram pesan, 2
“Karena kami membungkusnya dengan humor. Jadi lucu sih kalau dianggapnya serius. Itu bisa menimbulkan pemikiran baru bahwa pasti ada yang salah kalau bercanda tapi dianggap serius,” kata dia.

Hal-hal yang ingin disampaikan, diselipkan dalam humor, dan pesan pesan tersembunyi dibungkus dalam candaan.

“Meskipun kami menghibur, kami tetap tidak lupa menyampaikan edukasi dan kritik di dalamnya.”

Siapa Nurhadi? Tukang urut dari Kudus

Meskipun Nurhadi-Aldo adalah pasangan fiktif, Nurhadi benar-benar ada. Nurhadi adalah seorang tukang urut yang berasal dari Mejobo, Kabupaten Kudus.

Nurhadi sudah dikenal di komunitas shitposting karena kebiasaannya mempromosikan jasa pijat, dan beraneka macam foto diri.

Dia dipakai sebagai wajah akun Nurhadi-Aldo ini dengan sepengetahuannya, meskipun dia tidak ikut menentukan isi kampanyenya.

“Sebelumnya, saya sendiri sudah menghubungi Pak Nurhadi dan minta izin, menjelaskan bahwa gerakan ini bisa bermanfaat untuk ekonominya,” kata Tim Sukses.

Caranya, Tim Sukses mengurus desain, promosi dan marketing. Nurhadi mengurus produksi dan pemesanan merchandise, dengan mendapatkan semua keuntungan merchandise.

Penjualan merchandise seperti kaos kampanye, diurus langsung oleh Nurhadi dari Kudus. “Kami sepakat dan setuju bahwa ini memang gerakan selain meredam konflik politik tapi juga membantu Pak Nurhadi,” kata dia.

Muhammad Rizal Tanur