Beranda BERITA UTAMA Didukung Masyarakat, Tito Karnavian : Udah Yang Main Kami Aja

Didukung Masyarakat, Tito Karnavian : Udah Yang Main Kami Aja

BERBAGI

JAKARTA, KABARPOLISI.COM – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, pancasila itu sudah final. Kalau pancasila diganti atau diubah jadi negara agama tertentu atau misalnya idiologi islam, pasti pecah.

“Sudah pasti terpecah-pecah. Mungkin yang pertama pecah Papua, Bali dan lainnya,” kata Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Tito dalam seminar dan lokakarya (semiloka) bertema “Indonesia di Persimpangan: Negara Pancasila versus Negara Agama di Hotel Aryaduta beberapa waktu lalu.

Terkait berkembangnya gerakan radikalisme di tanah air, Kepala Densus 88 ini berharap, masyarakat yang silent majority tidak berdiam diri, harus bersuara. Paling tidak, memberikan dukungan kepada pemerintah dan penegak hukum.

“Kami cuma butuh masyarakat bersuara dan dukungan saja. Itu sudah cukup. Uda yang main kami aja,” tegas Tito.

Tapi, lanjut Tito, Polri atau penegak hukum selalu kalau berbuat atau mengambil tindakan apalagi upaya paksa selalu melihat dua sisi. Aspek yuridis dan aspek sosiologis. Jadi
ada legitimasi hukum dan legitimasi sosial.

“Ketika ada aspek hukumnya kita tangkep-tangkepin,” kata Tito.

Tito mencontohkan, pada waktu dugaan makar. setelah kita tangkep, silent majority kok diam aja. Kemudian yang digecek-geekin kapolrinya aja.”ini kapolrinya keterlaluan, ini kapolri cuma bikin lelucon aja.

Jadi, sambung Tito, kita hanya menginginkan dukungan sosial dari masyarakat, disuarakan saja. “maka, kita akan bergerak.” tutup Kapolri Tito Karnavian. (dewi)

BACA JUGA  Ini Langkah yang Dilakukan Polri untuk Memburu Joseph Paul Zhang