Beranda BERITA UTAMA Dokter Bimanesh Sutarjo Masih Bungkam Soal Kesehatan Setya Novanto

Dokter Bimanesh Sutarjo Masih Bungkam Soal Kesehatan Setya Novanto

BERBAGI

Dokter Bimanesh Sutarjo

JAKARTA, kabarpolisi.com – Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Hipertensi Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo masih enggan menjelaskan hasil pembahasan bersama tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kesehatan Ketua DPR Setya Novanto pascainsiden kecelakaan lalu lintas. Namun ia berjanji akan menjelaskan hasil pembahasan tersebut.

“Nanti, nanti saya jelaskan ya,” kata kata Bima di RS Medika Permata Hijau, Jakarta Selatan, Jumat (17/11).

Bima bersama Dokter Spesialis Saraf Nadia Husein Hamedan membahas kesehatan Novanto bersama empat penyidik KPK di ruangan 320 Komite Medik yang berada di lantai tiga. Ruangan tersebut tak jauh dari kamar yang ditempati Novanto.

Pembahasan tersebut dimulai sekitar pukul 06.10 WIB yang kemudian disusul Nadia ke ruangan itu sekitar pukul 06.30 WIB. Pembahasan tersebut selesai sekitar pukul 07.05 WIB.

Usai pertemuan itu, Bima, Nadia dan tim KPK memasuki ruangan yang dihuni Setnov. Tak lama kemudian Bima keluar dari ruangan tersebut untuk bertemu lelaki yang mengenakan batik berwarna hitam coklat.

Lelaki yang memakai batik itu diduga dokter dari tim KPK. Saat ini perbincangan antara Bima dengan lelaki tersebut sedang berlangsung di ruangan 320.

Kuasa huukum Setnov, Fredrich Yunadi sebelumnya mengatakan, kliennya mengalami kecelakaan saat hendak ke stasiun televisi swasta untuk memberikan keterangan. Setnov sebelumnya telah memberikan keterangan kepada stasiun televisi yang berada di kawasan Kedoya, Jakarta Barat.

“Saya dapat telepon, saya diperintahkan bertemu beliau di tempat Metro TV. Tapi [di] perjalanan, ajudan [Setya Novanto] ngasih tahu, ‘Pak, kita baru kecelakaan’,” kata Fredrich.

Menurut Fredrich, selepas dari Metro TV, Setnov dijadwalkan akan menemui para Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar, lalu pergi ke kantor KPK di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. (Erik)

BACA JUGA  Wakapolda Sumut: Oknum Polisi Loloskan Pemudik Diancam Sanksi Berat