Beranda BERITA UTAMA Enam Siswa Ini Dicurigai Membunuh Krisna Pelajar SMA Taruna Nusantara

Enam Siswa Ini Dicurigai Membunuh Krisna Pelajar SMA Taruna Nusantara

BERBAGI

KENANGAN: Almarhum Krisna Wahyu Nurachmad dan kakaknya, Reyhan Cahyo (dua dan tiga dari kiri) bersama saudaranya. (IST Foto RADAR JOGJA)

JAKARTA, KABARPOLISI.COM – Sebanyak 8 siswa dan 4 pamong SMA Taruna Nusantara Magelang telah menjalani pemeriksaan intensif di polres setempat. Mereka dimintai keterangan seputar tewasnya Krisna Wahyu Nurachmad,15, salah seorang siswa penghuni Barak G 17, kamar 2b, Kompleks SMA Taruna Nusantara Jumat kemarin (31/3) pagi.

Polisi memastikan, keponakan mantan Wakil Gubernur Akmil Brigjen TNI Dudung Abdurrachman itu sebagai korban pembunuhan.

Indikasi itu dikuatkan dengan ditemukannya sebilah pisau dapur dan baju korban di lingkungan kamar. Pisau tersebut diduga menjadi alat pelaku untuk menghabisi nyawa korban.

Hanya, ikhwal siapa pelakunya masih misterius. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jogja, dari 12 siswa yang diperiksa, polisi mencurigai enam orang di antaranya.

Mereka adalah AMR, NFD, BU, Tr, Fj, Adm. Namun, polisi belum bisa menetapkan tersangka hanya berdasarkan alat bukti sementara yang diperoleh kemarin.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono, seperti ditulis Jawa Pos turun langsung memimpin penyelidikan. ”Korban ditemukan tewas di tempat tidurnya sekitar pukul 04.00. Ada luka sayat di leher sepanjang 10 sentimeter,” ungkapnya.

Dikatakan, jasad korban diketahui pertama kali oleh Riyanto, salah seorang pamong. Saat itu Riyanto bermaksud membangun- kan para siswa untuk menunaikan salat Subuh. Sampai di tempat tidur Krisna, Riyanto dikagetkan dengan kondisi tubuh korban yang bersimbah darah tanpa denyut nadi.

Hal itu lantas dilaporkan kepimpinan sekolah, yang diteruskan ke Polsek Mertoyudan. Tak selang beberapa lama, polisi mendatangi lokasi kejadian. Olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan tertutup oleh anggota Satreskrim Polres Magelang. Jenazah lantas dibawa ke RSUD Tidar Magelang untuk diotopsi. Selanjutnya, jenazah dimakamkan di TPU Giriloyo, Kota Magelang.

Guna memperdalam penyelidikan, polisi juga memeriksa rekaman CCTV yang terpasang di lingkungan sekolah. Kapolda menargetkan pengungkapan kasus tersebut secepat-cepatnya.

Peristiwa tragis itu mengundang kekhawatiran banyak pihak. Sekertaris Dewan Pendidikan Kabupaten Magelang Dian Kustiani mengaku prihatin masih adanya kasus pembunuhan yang melibatkan pelajar. ”Kasus ini harus menjadi perhatian bersama,” pintanya.

Dian menuturkan, pendidikan anak tak melulu di bidang akademis. Masih banyak faktor lain yang juga harus diperhatikan. Di antaranya, moral, agama, kedisiplinan, dan tanggung jawab. (donny magek)