Beranda BERITA UTAMA Di Gedung Joeang, Jenderal Tito Karnavian Bicara Jasmerah

Di Gedung Joeang, Jenderal Tito Karnavian Bicara Jasmerah

BERBAGI

Jenderal Polisi Tito Karnavian

JAKARTA, KABARPOLISI.COM – Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengingatkan para pemuda untuk tidak melupakan sejarah (Jasmerah) karena Indonesia memiliki ragam suku, bahasa, adat, budaya maupun agama.

“Untuk mengelola keberagaman bukanlah hal yang mudah, dengan adanya keberagaman sangat rentan memicu timbulnya konflik karena adanya perbedaan kepentingan didalamnya, ” kata Tito Karnavian saa memberi kuliah umum kepada ormas Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) di Gedung Joeang, Menteng Jakarta Pusat, tentang “Merawat Indonesia yang Damai dan Aman”, Rabu (12-04-2017).

” Di sini lebih fokus saya membicarakan Bhineka Tunggal Ika, kita kembali kepada sejarah karena kita tidak boleh melupakan sejarah karena sejarah merupakan bagian penting dari NKRI ini,” ungkap Kapolri sembari menambahkan acara yang digelar olah GPII ini sangatlah penting.

“Sejak awal Kemerdekaan GPII sudah menjadi bagian dari Kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu acara seperti ini menjadi acara yang sangat penting bagi kita untuk menjaga NKRI dan ini merupakan ide positif untuk dibicarakan,” ujar Kapolri dihadapan Ratusan undangan yang hadir.

Menurut jenderal kelahiran Palembang ini, Polri secara institusi dan secara personal terus berupaya dan terus ingin membangun kedekatan dengan masyarakat dan ormas-ormas lain yang memiliki tujuan yakni untuk bersama-sama menjaga dan mengawal NKRI.

“Tapi itu semua dapat kita cegah karena Bangsa Indonesia masih bersatu sampai dengan sekarang ini karena adanya Sprit dari Sumpah Pemuda 1928 yang masih ada sampai sekarang untuk menjaga keutuhan NKRI,” kata Kapolri.

“NKRI masih tetap bersatu dari Sabang sampai Merauke, kita harus bersyukur dengan itu tetapi kita juga harus tetap fokus dan tidak boleh terlena dan tidak boleh menganggap remeh ancaman yang ada, karena tantangan dan ancaman selalu berubah sewaktu waktu,” sambungnya.

BACA JUGA  DPR Nilai Polri Lebih Modern Dipimipin Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Menurut Jenderal Tito, ada 2 faktor yang dapat menjadi suatu permasalahan bagi NKRI yakni, faktor dalam negeri (internal) dan faktor luar negeri (External).

Faktor dalam negeri atau internal menutut Kapolri, dimana kita berhasil menjaga NKRI tetapi belum berhasil membuat pemerataan pembangunan yang dirasakan oleh semua masyarakat, untuk itu sangat penting bagaimana pemerataan faktor ekonomi berbentuk.

“Piramida dimana sangat kecilnya High Class dan masih besarnya Midle Class serta Low Class. Jadi masalah kesenjangan ini yang menurut saya bisa menjadi suatu permasalahan nanti dan ini yang harus ditangani dengan cepat oleh Pemerintah untuk pemerataan kepada masyarakat kecil dengan meningkatkan Ekonomi Kerayaktaan,” imbuh Kapolri.

Kemudian Faktor Kedua Faktor External. Dimana faktor ini dapat mempengaruhi Kebhinnekaan yaitu dalam pergaualan dunia yang dikenal dengan “anarki” dimana anarki ini menurut Kapolri tidak selalu berarti anarkis tetapi dapat diartikan sebagai siapa yang kuat dia yang menang.

Kapolri mencontohkan, seperti pada Tahun 1998 kekuatan People Power berhasil menjatuhkan Orde Lama dan berhasil memilih Demokrasi yang baru.

“Jadi rekan-rekan sekalian ini yang perlu kita waspadai kedepan nanti dimana Demokratisasi yang terlalu Liberal kemudian kita juga harus mewaspadai potensi konflik vertikal dengan pemerintah dan untuk mencegah itu pemerintah harus segera memberikan bukti kepada masyarakat agar pemerintah cepat membangun faktor-faktor yang bisa mensejahterakan rakyat,” paparnya.

“Jadi untuk menuju Indonesia sebagai bangsa yang besar adalah bagaimana kita untuk selalu menjaga pertumbuhan ekonomi dan menjaga kondisi Politik dengan keamanan yang stabil,” imbuh Kapolri seraya mengatakan Polri akan selalu siap dan akan selalu dekat dengan masyarakat untuk merawat Indonesia yang damai dan aman.

Dalam acara ini tampak hadir, Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Boy Rafli Amar, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Suyudi Ario Seto, SH, SIK, MSI, dan Ketua Umum PP GPII Karman BM.(dewi)

BACA JUGA  Kepala BNPT Boy Rafli, Tegaskan Teroris Bukan Ajaran Islam