Beranda BERITA UTAMA IPW Sarankan Kapolri Evaluasi Baintelkam Polri

IPW Sarankan Kapolri Evaluasi Baintelkam Polri

BERBAGI

Buka Rakernis Baintelkam, Kapolri: Presisi Dimulai dari Fungsi Intelijen 17 Maret 2021 (Ist)

JAKARTA – Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menyarankan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengevaluasi kinerja Badan Intelkam Polri. Sebab, Intelkam tidak punya konsep yang jelas dalam program penyekatan pemudik Lebaran 2021.

“Bahkan tidak memberikan ‘puding’ antisipasi dan deteksi dini. Sehingga jajaran kepolisian di daerah kebingungan menyikapi serbuan pemudik motor di perbatasan Jakarta -Jawa Barat,” kata Neta dalam keterangannya, Sabtu (29/5/2021).

Menurut Neta, jajaran kepolisian hanya melakukan improvisasi “tiba masalah tiba akal”. Dan, tidak ada info antisipasi dan deteksi dini.

Akibatnya terjadi berkali-kali insiden penerobosan pemudik motor di Kedungwaringin, di perbatasan Bekasi-Karawang. Polda Metro Jaya pun sempat terlihat kebingungan menghadapi situasi ini, sehingga menambah personel dan pos penyekatan larangan mudik lebaran.

Hal itu, menurut Neta, menyusul adanya ribuan pengendara sepeda motor yang menjebol pos penyekatan di perbatasan Kabupaten Bekasi-Karawang, pada Minggu (9/5/2021) malam.

Bahkan, Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan TNI dan pemerintah daerah untuk membantu dan memperkuat kekuatan di perbatasan serta menambah pos-pos penyekatan.

Penyekatan dalam Operasi Ketupat 2021 ini pada dasarnya bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sehingga diharapkan masyarakat dapat mengerti dan memahaminya. Namun faktanya di perbatasan Jakarta-Jabar, tepatnya di Kedungwaringin Bekasi, penyekatan itu bobol berkali kali.

“Pertanyaannya, kenapa penyekatan di perbatasan Jakarta-Banten, tepatnya di Kabupaten Tangerang, tidak ada masalah dan tidak ada yang bobol, sehingga penyeberangan feri di Merak Banten aman dan terkendali? Sepertinya, dalam hal ini Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jabar perlu belajar banyak kepada Kapolda Banten,” pinta Neta.

BACA JUGA  Kapolri Terbitkan Telegram Perintah Berangus Premanisme

Bagi Neta, tidak adanya “puding” dari Baintelkam memang membuat bingung jajaran kepolisian di lapangan, terutama dalam menghadapi tekanan dan manuver pemudik motor.

Jika Baintelkam Polri jeli, sebenarnya seminggu setelah puasa Ramadhan puluhan grup WhatsApp (WA_ sudah bermunculan. Labelnya, Ayo Mudik, Lawan Polisi Penyekat, Mudik Jurusan Lampung, Mudik Pantura, dan lain-lain.

Neta mensinyalir, grup WA ini dikendalikan sejumlah orang di Bekasi, Tanah Abang, Serang, dan Lampung. Mereka diduga yang memprovokasi lewat medsos agar masyarakat tidak takut untuk mudik meski dilarang pemerinta. Tujuannya ingin membuat kekacauan di pos-pos penyekatan.

“Untungnya pemudik motor yang sudah antri hingga 5 km dari pos penyekatan di Kedung Waringin tidak terprovokasi membuat kerusuhan. Apalagi polisi akhirnya ‘menyerah’ dan mengizinkan pemudik melintas,” papar dia.

Di Banten, lanjut Neta, aparatur intelijennya berhasil mendapatkan dan mengintai 11 grup WA yang memprovokasi pemudik agar menerobos pos penyekatan. Dari grup WA itu berhasil pula diketahui titik-titik kumpul pemudik sebelum menuju pos penyekatan.

Dari titik kumpul ini para pemudik kemudian digiring aparatur ke polres maupun Polsek. Semua HP pemudik disita dan grup WA nya dikendalikan polisi, setelah 5-6 jam ditahan di kantor polisi, para pemudik itu digiring menuju arah pulang ke Jakarta.

Akibat hal ini, saat puncak mudik Pelabuhan Merak aman, terkendali, dan tidak ada gerombolan pemudik, terutama sepeda motor.

IPW berharap Kapolri segera mengevalusi kinerja jajarannya, terutama Baintelkam Polri. Tujuannya agar Baintelkam Polri tidak hanya fokus pada Papua dan sekaligus mengingatkan bahwa Papua adalah bagian kecil dari Indonesia.

“Sebab dari pantauan IPW hingga saat ini Baintelkam belum mengeluarkan Juklak soal Isu Palestina. Padahal aksi-aksi demo soal Palestina makin marak di Indonesia,” pungkasnya seperti dilansir Kronologi.id ***

BACA JUGA  DPR Nilai Ide Kampung Tangguh Narkoba Kapolri Sebagai Ide Cerdas