BERBAGI

Komisaris Jenderal Polisi Boy Rafli Amar foto bareng dengan Ben Ibratama Tanur Pemimpin Umum / Redaksi kabarpolisi.com di sela-sela acara pernikahan Kahiyang Ayu putri Presiden Jokowi di Medan beberapa waktu lalu. Kanan Elga Agustin Wakil Pemimpin Perusahaan media online ini (Ist)

Jakarta, kabarpolisi.com – Nakhoda lembaga kontra terorisme yang bernama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) berganti.

Presiden Joko Widodo resmi melantik Irjen Boy Rafli Amar menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pagi ini, Rabu (6/5/2020).

Setelah resmi dilantik, Boy Rafli yang kini berpangkat inspektur jenderal (irjen) atau jenderal bintang dua, akan menyandang pangkat komisaris jenderal (komjen) atau jenderal bintang tiga Polri di pundaknya.

Perwira tinggi Polri yang dikenal low profil dan murah senyum merupakan alumni Akademi Kepolisian angkatan 1988. Putra Minangkabau ini lahir pada 25 Maret 1965. kini usianya menginjak 55 tahun.

Ayah dua anak ini memulai karier kepolisiannya mulai pangkat inspektur dua (ipda) di Polres Jakarta Pusat. Pada 1988, Boy merupakan pamapta Polres Metro Jakarta Pusat. Setahun kemudian, yakni 1989, dia menjabat Kanit Ranmor Sat Reskrim Polres Metro Jakart Pusat.

Pada 1990, Boy Rafli dipercaya menjadi Kanit Intel Polres Metro Jakarta Pusat. Kariernya berkembang selama di Polres Metro Jakarta Pusat, di mana pada 1992 Boy Rafli diamanahi jabatan Kaset Ops Puskodal Ops Polres Metro Jakarta Pusat.

Pada 1993, Boy Rafli menjabat Kanit Ranmor Direktorat Reserse Polda Metro Jaya. Suami Irawati ini kemudian menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 1995.

Lulus PTIK, Boy Rafli dimutasi ke wilayah Indonesia timur, tepatnya Papua, selama 5 tahun. Sejumlah posisi yang dijabatnya saat di Bumi Cenderawasih antara lain Kapuskodal Ops Polres Sorong, Wakapolres Sorong, Kasat Faops Puskodal Polda Papua–dulu masih bernama Polda Irian Jaya–, PGS Korspripim Polda Papua, dan Kabag Reserse Umum Direkrorat Reserse Polda Papua.

BACA JUGA  NEW Normal, TNI POLRI Kerahkan Personil ke 4 Propinsi

Pada 2002, Boy Rafli mengikuti pendidikan perwira menengah di Sespim Dediklat Polri. Saat itu dia ditunjuk menjadi Kasat Patroli Direktorat Samapta Polda Metro Jaya. Kariernya terus berkembang di Polda Metro Jaya hingga pada 2004 dia dua kali dirotasi ke jabatan Wakapolres Metro Jakarta Utara dan Kapolres Kepulauan Seribu.

Memasuki 2006, Boy Rafli dimutasi menjadi Kapolres Pasuruan. Tugasnya mulai bersinggungan dengan terorisme pada 2007, saat dia dijadikan Kanit Negosiasi Subden Penindak Densus 88 Antiteror Polri.

Setelah terjun ke dunia pemberantasan teroris, Boy Rafli diangkat menjadi Direktur Reserse Kriminal Polda Maluku Utara pada 2008. Di tahun yang sama, Polri kembali merotasi Boy menjadi Kapoltabes Padang.

Hanya perlu waktu setahun bagi Boy Rafli untuk akhirnya kembali ke Ibu Kota dan menyandang status pejabat utama Polda Metro Jaya. Pada 2009, dia diangkat dalam jabatan Kabid Humas Polda Metro Jaya.

Setahun kemudian, yaitu 2010, Boy Rafli melanjutkan karir kejubirannya di kepolisian sebagai Kabag Penum Biro Penmas Divisi Humas Polri. Pada 2012, Boy masih dipercaya mengelola Humas Polri, dengan diangkat pada job jenderal bintang satu menjadi Karo Penmas Divisi Humas Polri.

Setelah bergelut di kehumasan, Boy Rafli mendapat promosi sebagai Kapolda Banten pada 2014. Dua tahun meninggalkan Humas Polri, Boy Rafli akhirnya kembali dengan jabatan Kadiv Humas Polri yang merupakan job bintang dua pada 2016.

Dia kembali mendapat promosi jabatan sebagai Kapolda Papua pada 2017. Setahun berlalu, tepatnya 2018, Boy Rafli dirotasi menjadi Wakil Kepala Lemdiklat Polri.

Hingga akhirnya pada 1 Mei 2020 kemarin, lewat surat telegram Kapolri bernomor ST/1377/V/KEP./2020, Boy Rafli kembali dipromosikan pada jabatan jenderal bintang tiga polisi, yaitu Kepala BNPT. Selamat bertugas jenderal !(BT)

BACA JUGA  NEW Normal, TNI POLRI Kerahkan Personil ke 4 Propinsi