Beranda BERITA UTAMA Kantor Kemendagri Diserang, 15 Pelaku Ditangkap Polisi

Kantor Kemendagri Diserang, 15 Pelaku Ditangkap Polisi

BERBAGI

JAKARTA, kabarpolisi.com – Polda Metro Jaya mengamankan 15 orang yang diduga ikut terlibat dalam penyerangan kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di kawasan Medan Merdeka Utara, Rabu (11/10).

Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Nico Afinta mengatakan, 15 orang tersebut diduga telah pengeroyokan.”Ada 15 orang (diamankan) di TKP (tempat kejadian perkara) di Kemendagri,” katanya kepada wartawan tadi siang.

Namun, polisi belum dapat memastikan jumlah pedemo yang terlibat aksi penyerangan dan pengerusakan kantor Kemendagri, namun pengejaran terhadap mereka terus dilakukan.

Menurut Nico, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti batu dan pecahan kaca.

“Setelah peristiwa itu tim gabungan Polres Jakarta Pusat dan Polda melakukan penyisiran dan mengamankan 15 orang. Sementara ini masih melakukan pengejaran terhadap yang lain,” tuturnya.

Menurut informasi, penyerangan kantor Kemendagri berawal dari agenda pertemuan antara massa pendukung salah satu calon bupati Tolikara dengan Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Soedarmo, dan Direktur Jenderal Otonomi Daerah Soemarsono untuk membahas sengketa Pilkada 2017 di Tolikara.

Perwakilan massa tiba-tiba keluar dari ruangan hanya sesaat sebelum pertemuan digelar. Tanpa alasan yang jelas massa kemudian menyerang dan merusak kantor Kemendagri.

Empat orang terluka akibat peristiwa itu. Namun Nico belum dapat menjelaskan detail soal korban. Menurutnya, korban dapat melaporkan kejadian itu ke kepolisian. ” Para pelaku yang ditangkap bisa dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan,” kata Nico Afinta.

Saat ini, 15 orang yang ditangkap masih menjalani pemeriksaan. Polisi masih mencari tahu penyebab insiden tersebut dan motif terjadinya kerusuhan tersebut.

Sementara itu Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo telah menginstruksikan jajarannya untuk tidak terpancing dengan aksi penyerangan tersebut yang dia duga dilakukan massa suruhan oknum tertentu.

BACA JUGA  DPR Nilai Polri Lebih Modern Dipimipin Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Tjahjo juga mengatakan, telah meningkatkan pengamanan kantor Kemendagri karena kantornya berada di ring satu Istana Kepresidenan.

10 Korban

Korban aksi penyerangan kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencapai jumlah 10 orang. Seluruh korban dibawa ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta Pusat untuk menjalani perawatan.

Jumlah korban tersebut diketahui pasca istri Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Erni Guntarti, mengunjungi korban di rumah sakit, Rabu (11/10) malam. Kunjungan dilakukan Erni mewakili Tjahjo yang masih berada di luar kota.

“Syukur tidak ada korban jiwa, semoga segera sembuh semua,” ujar Erni di RSPAD Gatot Subroto.

Tiga dari 10 korban penyerangan kantor Kemendagri menderita luka berat. Para korban merupakan pegawai negeri sipil serta petugas pengamanan lingkungan (Pamdal) Kemendagri.

Penyerangan terjadi beberapa saat jelang pertemuan antara perwakilan massa Barisan Merah Putih Tolikara dengan Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Soedarmo, dan Direktur Jenderal Otonomi Daerah Soemarsono.

Pertemuan itu akan membahas sengketa Pilkada Tolikara yang telah diputuskan Mahkamah Konstitusi. Perwakilan tiba-tiba keluar ruangan saat pertemuan akan digelar. Selanjutnya, tanpa alasan, massa bergerak menyerang kantor Kemendagri.

Serangan itu mengakibatkan kerusakan fisik. Kaca dan pot milik Kemendagri pecah dan berceceran. Sebuah mobil juga mengalami kerusakan akibat amuk massa.

Penyerangan dilakukan massa hingga bagian belakang Kompleks Kemendagri. Belum diketahui berapa nilai kerugian atas kejadian tersebut.

“Masih ada kasus sama di Kabupaten Intan Jaya dan Kabupaten Yapen, Papua. Prakondisi sebelum Pilgub Papua tahun depan,” kata Tjahjo dalam keterangan tertulis kepada wartawan.

Muhammad Rizal Tanur