BERBAGI

Irjen Polisi Gatot Eddy Pramono

JAKARTA, kabarpolisi.com – Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Gatot Eddy Pramono mengungkapkan, kecelakaan lalu lintas didominasi oleh usia produktif alias generasi milenial. Menurut dia, kecelakaan biasanya terjadi dengan diawali pelanggaran-pelanggaran kecil seperti tidak menggunakan helm saat berkendara.

“Pesan bahwa korban dari kecelakaan lalin didominasi oleh usia produktif, hampir 60 persen generasi milenial. Generasi milenial adalah menentukan masa depan bangsa. Kecelakaan lalin itu dimulai dari pelanggaran lalin yang kecil,” kata Gatot Minggu (23/6).

Sementara, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri Milenial Safety Road di Lapangan Silang Monas, Minggu (23/6). Dalam sambutannya, Anies mengingatkan agar masyarakat bisa patuh terhadap peraturan berkendara untuk menjaga keselamatan diri sendiri hingga orang lain.

“Keselamatan di jalan raya menjadi penting. Begitu keselamatan terganggu, maka rencana masa depan langsung berubah,” ucap Anies di lokasi, Minggu (23/6).

Ia menyebut banyaknya kecelakaan lalu lintas disebabkan masyarakat tidak memprioritaskan keselamatan dalam berkendara. Oleh sebab itu, menurut dia, keselamatan dalam berkendara amatlah penting.

“Kita saksikan banyak sekali kecelakaan terjadi karena tidak memprioritaskan keselamatan,” ujarnya.

“Saya ingin garisbawahi tiga hal yang penting di jalan raya. Nomor satu keselamatan, nomor dua keselamatan, nomor tiga keselamatan. Keselamatan harus jadi perhatian bagi kita semua,” sambungnya.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy mengungkapkan, kecelakaan lalu lintas didominasi oleh usia produktif alias generasi milenial. Menurut dia, kecelakaan biasanya terjadi dengan diawali pelanggaran-pelanggaran kecil seperti tidak menggunakan helm saat berkendara.

“Pesan bahwa korban dari kecelakaan lalin didominasi oleh usia produktif, hampir 60 persen generasi milenial. Generasi milenial adalah menentukan masa depan bangsa. Kecelakaan lalin itu dimulai dari pelanggaran lalin yang kecil,” kata Gatot.

Musta’in