BERBAGI

Kapolri Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian sedang memberikan pengarahan atas tenggelamnya KM Sinar Bangun (Foto kabarpolisi.com)

MEDAN, kabarpolisi.com – Kapolri Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian meminta Satuan Tugas yang terlibat dalam pencarian korban KM Sinar Bangun untuk segera menemukan korban. Di sisi lain Kapolri juga meminta aparat penegak hukum di Sumatera Utara untuk memproses secara hukum pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap musibah ini.

“Yang terpenting adalah mencari dan menyelamatkan para korban. Polri juga sudahmenyiapkan tenaga penyidik untuk mengungkap kasus kelalaian yang mengakibatkan banyaknya korban, nakhoda maupun pemilik serta ABK kapal harus diproses hukum, bila perlu pejabat yang berwenang dalam regulasi keberangkatan kapal juga diproses apabila terbukti adanya proses pembiaran,” kata Kapolri Kamis 21Juni 2018 di Danau Toba, Sumatera Utara.

Kapolri, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kabasarnas sepakat agar Pos pengaduan tetap dibuka untuk menerima laporan pengaduan warga yang merasa keluarganya menjadi korban tenggelamnya kapal KM Sinar Bangun.

“Kasus ini harus menjadi pembelajaran agar ke depan tidak terulang kembali,” kata mantan Kapolda Papua ini.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto SiP bersama Kapolri Jenderal Pol Prof. H. M. Tito Karnavian, Ph.D beserta pejabat negara melaksanakan Peninjauan SAR KM Sinar Bangun di Danau Toba Sumatra Utara.

Dalam kegiatan ini Kapolri hadir didampingi Kakor Polairud Irjen Polisi. M. Chairul Noor Alamsyah Kapusdokkes Polri  Brigjen Polisi Dr. Farley Helfrich Arthur Tampi, Karo Provost Div Propam, Brigjen Polisi Drs. Refdi Andri, M.Si, dan Karo Multimedia Div Humas,  Brigjen Polisi Rikwanto.

Pejabat Negara yang tergabung dalam peninjauan SAR antara lain selain Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, juga Menteri Perhubungan : Ir. Budi Karya Sumadi, Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, Kepala Basarnas : Marsdya TNI Muhammad Syaugi, Dirjen Hubdat Budi Setiyadi

Panglima TNI dan Kapolri beserta rombongan tiba di Posko SAR Pelabuhan Tigaras, dan langsung menerima paparan dari Kepala Basarnas Sumut, yang menyampaikan KM Sinar Bangun tenggelam pada hari Senin 18 Juni 2018 sekitar pukul 16:40 WIB, saat berlayar dari Pelabuhan Simanindo, Pulau Samosir, menuju ke Tigaras, Kabupaten Simalungun.

Jumlah kekuatan gabungan yang terlibat dalam pencarian sebanyak 992 personel. Sampai saat ini Tim SAR telah memperluas zona pencarian sampai 4 Zona.

Berdasarkan informasi,  titik koordinat kapal jarak 2 mil dari pelabuhan Tigaras. Tim SAR akan melakukan pencarian dengan sistem penarikan jangkar,  dan beroperasi hingga pukul 18.00 Wib

Rombongan juga menerima paparan dari Kapolres Samosir serta Kapolres Simalungun.

Setelah menerima paparan tersebut Panglima TNI memberikan arahan kepada satuan tugas Gabungan agar melakukan penyisiran di dalam danau dengan dibantu penyisiran udara untuk mencari para korban dan upaya pengangkatan kapal apabila sudah ditemukan. Panglima TNI juga memberikan instruksi agar seluruh instansi yang terkait harus selalu berkordinasi dan diberikan pembagian tugas yang jelas.

Selanjutnya Kapolri dan rombongan menuju RS Rondohaim untuk menjenguk korban KM Sinar Bangun.

Ben Ibratama Tanur