Beranda KABAR UTAMA Kegembiraan dan Terimakasih PM Malaysia untuk Presiden Jokowi

Kegembiraan dan Terimakasih PM Malaysia untuk Presiden Jokowi

BERBAGI

JAKARTA, kabarpolisi.com – Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohamad gembira dengan keputusan Indonesia untuk menyerahkan kapal persiaran mewah, Equanimity yang dikaitkan dengan ahli perniagaan Low Taek Jho atau Jho Low.

Melalui video di media sosial, Dr Mahathir turut mengucapkan terima kasih kepada Presiden Indonesia Joko Widodo kerana kerjasama dan bantuan republik itu dalam menyelesaikan “salah satu masalah” yang dihadapi Malaysia.

“Saya betul-betul berterima kasih kepada kerajaan Indonesia, terutamanya bapa Jokowi, presiden Indonesia yang begitu bekerjasama dengan Malaysia untuk selesaikan masalah yang dihadapi oleh Malaysia,” katanya.

Dr Mahathir berkata jika ada mana-mana pihak yang ingin menuntut pemilikan kapal layar tersebut, mereka boleh tampil dan menunjukkan bukti.

“Kalau mereka tak dapat bukti duit ini datang daripada mereka sendiri dan bukan duit yang dicuri maka mereka berhak mendapat balik kapal ini,” katanya.

Timbalan pengarah jenayah khas dan ekonomi jabatan polis pusat republik itu, Daniel Silitonga berkata kapal mewah itu akan diserahkan di sempadan antara Indonesia dan Malaysia sama ada hari ini, atau esok.

Kapal tersebut kini berada di perairan antara Singapura dan Pulau Batam, Indonesia.

Pada 28 Februari lalu, pihak berkuasa Indonesia telah merampas kapal itu atas permintaan DOJ.

Sejak itu, pemilik berdaftar Equanimity telah mencuba untuk mencabar penyitaan atas alasan prosedur, dan kes juga difailkan di mahkamah AS untuk menentukan pemilikannya.

Skandal Korupsi

Kapal pesiar atau yacht mewah terkait dengan skandal korupsi di perusahaan 1MDB yang melibatkan mantan Perdana Menteri Najib Razak sedang dalam perjalanan dari Indonesia menuju Malaysia.

Diwartakan New Straits Times pada Senin (6/8/2018), kapal pesiar bernama Equanimity dikawal oleh polisi Malaysia dan tiga kapal patroli polisi laut.

Kapal pesiar Equanimity diperkirakan akan berlabuh di Port Klang pada Selasa (7/8/2018) pukul 15.00 waktu setempat.

Pemerintah Indonesia menyerahkan kapal pesiar ke pihak berwenang Malaysia, menyusul permintaan Perdana Menteri Mahathir Mohamad selama berkunjung ke Jakarta pada Juni lalu.

Melalui pernyataannya di Facebook, Mahathir menyampaikan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan pihak berwenang dari Indonesia yang bersedia menyerahkan kapal.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Indonesia atas kerja sama erat dengan Malaysia dan untuk menyelesaikan salah satu masalah kami,” katanya.

“Kami yakin kapal ini dimiliki oleh Malaysia karena dibeli dengan menggunakan uang negara yang dicuri,” imbuhnya.

Mahathir menambahkan, siapa saja yang mengklaim kapal tersebut berhak menyodorkan bukti.

“Kami ingin tahu bagaimana mereka mendapat banyak uang untuk membeli kapal yang mahal,” ucapnya melalui video di Facebook.

Namun, jika pemilik dapat membuktikan kapal dibeli dengan uang pribadi, maka pemerintah Malaysia akan mengemballkan kapal pesiar ke pemilik yang sah.

Berdasarkan laporan dan penyelidikan awal oleh Kementerian Kehakiman Amerika Serikat, yacht mewah itu dibeli dengan memakai uang yang dicuri dari 1MDB.

“Saya sungguh berterima kasih kepada pemerintah Indonesia dan Presiden Jokowi untuk membantu memecahkan masalah yang dihadapi Malaysia,” kata Mahathir.

Kapal pesiar itu disita oleh pihak berwenang Indonesia pada Februari lalu karena adanya permintaan dari kementerian AS untuk memfasilitasi penyelidikan atas skandal 1MDB.

Pada April 2018, pengadilan Indonesia memutuskan penyitaan tersebut melanggar hukum dan harus dikembalikan kepada Jho Low. Low merupakan mantan penasihat tidak resmi 1MDB, yang hingga kini masih belum diketahui keberadaannya.

Yacht mewah Equanimity kembali disita pada Juli lalu, menyusul adanya permintaan resmi lainnya dari pemerintah AS. (Rizal)