BERBAGI

Jakarta, Harian Indonesia ID – Komjen Polisi Mochamad Iriawan resmi jadi Ketua Umum PSSI periode 2019-2023. Mantan Kapolda Metro Jaya ini mencetak sejarah sebagai orang dari Kepolisian yang berhasil menduduki jabatan tersebut.

Dia terpilih melalui Kongres Pemilihan yang digelar PSSI di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (2/11/2019). Pria berusia 57 tahun itu menang dengan raihan suara mutlak 82 dari jumlah voters 85.

Kemenangan jenderal bintang tiga yang akrab dipanggil Iwan Bule ini sekaligus mendobrak dominasi orang TNI yang selama ini berkuasa di PSSI.

Sejarah mencatat, beberapa orang sebelum Iwan Bule tercatat merupakan mantan prajurit TNI, yakni Maladi (1950-1959), Maulwi Saelan (1964-1067), Bardosono (1975-1977), Ali Sadikin (1977-1981), Kardono (1983-1991), Agum Gumelar (1999-2003), dan terakhir Edy Rahmayadi (2016-2018).

Kemenangan yang diraih Iwan Bule tentu bukan sesuatu yang mudah. Niat Iwan Bule terhadap perkembangan sepak bola Indonesia sudah terlihat melalui program Vamos Indonesia.

Ketika itu, Iwan Bule memberangkatkan 10 anak Indonesia ke Spanyol untuk menimba ilmu sepak bola. Wajar bila pembinaan usia muda menjadi satu di antara kampanye yang digalakkan Iwan Bule untuk meraih kursi nomor satu di PSSI.

Sejak Juli 2019, Iwan Bule sudah bersafari ke beberapa daerah di Indonesia. Tujuannya bertemu dengan Asosiasi Provinsi (Asprov) dan perwakilan klub untuk menyerap aspirasi.

Pada Agustus 2019, Iwan Bule bahkan mengklaim sudah mendapatkan dukungan lebih dari 50 voters. Hal itu kemudian terlihat pada hari pemilihan Sabtu (2/11/2019) di mana Iwan Bule, polisi berpangkat bintang tiga itu, meraih kemenangan mutlak sebagai Ketua Umum PSSI yang baru dengan 82 suara.

Iwan langsung akan dinanti tugas berat sebagai Ketua Umum PSSI yang baru. Pertama, adalah soal kompetisi di Indonesia yang masih karut-marut dalam hal jadwal, kemudian ada permasalahan Timnas Indonesia yang tak kunjung meraih prestasi.

Selain itu, mantan Kapolda Jabar ini juga dihadapkan pada pembenahan suporter agar tidak melakukan kericuhan. Ada juga masalah mafia bola yang belum bisa diberantas sampai ke akar.

Terakhir adalah rencana Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Iwan Bule bersama PSSI harus mampu memberikan jaminan event tersebut berjalan lancar baik secara penyelenggaraan dan prestasi Timnas Indonesia.

Ari Okta Maulana