Beranda BERITA UTAMA Korban Persekusi di Cipinang Muara dan Keluarganya Dievakuasi ke Safe House

Korban Persekusi di Cipinang Muara dan Keluarganya Dievakuasi ke Safe House

BERBAGI

Rudy Hariyanto Adi Nugroho

JAKARTA, kabarpolisi.com – Polda Metro Jaya memindahkan korban persekusi di Cipinang Muara, Jakarta Timur, PMA beserta keluarganya, dari Polda Metro Jaya ke safe house. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan mereka.

“Malam ini sementara waktu kami akan evakuasi dulu keluarganya, ibu dan ketujuh orang anaknya, kami tempat kan di safe house yang sudah disiapkan oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rudy Hariyanto Adi Nugroho saat mengantarkan pergi keluarga korban, di Polda Metro Jaya, Kamis malam, 1 Juni 2017.

Rudy mengatakan safe house ini lokasinya dirahasiakan. Dari pantauan Tempo, ibu korban beserta enam orang anaknya berangkat dengan menggunakan mobil dinas kepolisian. Lima orang di antaranya merupakan anak di bawah umur. Sang ibu bahkan masih menggendong seorang anak yang masih balita.

PMA, 15 tahun, tidak nampak dalam rombongan itu. “Korban sedang dibawa dulu ke rumah sakit untuk membuat visum,” kata Rudy.

Rudy mengatakan mereka akan ditampung sepanjang waktu yang dibutuhkan. “Sampai kasus ini selesai dan keluarga merasa nyaman dan tak ada gangguan lagi,” kata Rudy.

PMA dan keluarganya dievakuasi oleh tim Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada Kamis sore, 1 Juni 2017. Mereka dijemput dari rumah kontrakan mereka di Cipinang Muara, Jakarta Timur.

Polisi mengkhawatirkan akan adanya intimidasi lanjutan dari sejumlah pihak kepada keluarga tersebut. Sebelumnya, PMA diketahui menjadi korban persekusi oleh sejumlah orang di dekat rumahnya. Ia dituduh telah mengolok-olok ulama dan Front Pembela Islam dalam unggahan Facebook pribadinya.

Dikutip dari TEMPO.CO, aksi persekusi itu terekam kamera dan menjadi viral di media sosial. Dalam video, nampak PMA diinterogasi dan beberapa kali ditempeleng oleh sejumlah orang dewasa yang mengerumuninya. Terakhir, ia diminta untuk meminta maaf dan membuat surat pernyataan menyesal. (ceko/ucok)

BACA JUGA  Kapolri : Operasi Ketupat untuk Menghambat Pergerakan Warga