Beranda BERITA UTAMA Mahfud Sidiq Tak Tahu Ada Korupsi Pupuk

Mahfud Sidiq Tak Tahu Ada Korupsi Pupuk

BERBAGI

Mahfud Sidiq

JAKARTA, kabarpolisi.com – Beberapa waktu lalu Wakil Direktur 98 Institute, Pery Rinandar dalam siaran pers kepada wartawan di Jakarta, menyebutkan bahwa KPK harus mengusut keterlibatan nama-nama besar yang disebutkan dalam surat dakwaan KPK yang mencuat dakam sidang kasus Korupsi Pengadaan Pupuk oleh PT. Berdikari.

“Di dalam surat tuntutannya, tercantum nama-nama orang yang terlibat seperti Aprizul Yusran (Direktur SDM PT Berdikari), Alvin Purnadi (Direktur Pemasaran PT Berdikari), Bustaman (Senior Manager), Ahmad Muqowam, Tamsil Linrung, Soeripto, Mahfudz Sidiq yang merupakan Anggota DPR RI,” ujar Fery melalui siaran Persnya (1/7).

Terkait hal ini salah seorang Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Mahfudz Sidiq melalui pesan singkatnya kepada Wartawan, mengaku kaget namanya dikaitkan dalam kasus korupsi pupuk yang merugikan negara 110 Milyar itu.

“Kok ada nama mahfudz sidiq? Saya kan gak pernah di komisi IV dan gak pernah berurusan dgn pupuk? 2010-2016 saya di komisi I , saya juga gak pernah denger atau baca soal itu ya. Aneh juga, ” kata Mahfudz Siddiq, (2/7).

Lebih jauh melalui pesan singkatnya, Mahfudz menjelaskan bahwa mustahil dirinya terlibat dalam kasus Korupsi yang terjadi di 2010 itu. Sebab, lanjutnya, dirinya sebagai anggota DPR dari 2010 menempati Komisi yang tidak punya kewenangan terhadap persoalan pupuk.

“Saya dari 2010 ada di komisi I dan pindah ke komisi IV baru sejak Juli 2016 sampai saar ini, artinya jelas saya tidak tahu menahu soal itu,” tegas Politisi PKS ini.

Mafudz mengatakan bahwa dirinya baru mengetahui namanya disebutkan dalam surat tuntutan KPK dari rekan wartawan. Apalagi, kata Mafud, tidak sekalipun pihak KPK memanggil dirinya untuk dimintai keterangan terkait kasus tersebut.

BACA JUGA  Ini Langkah yang Dilakukan Polri untuk Memburu Joseph Paul Zhang

“Saya gak pernah ngikuti berita kasusnya jadi gak tahu juga kalau ada nama saya disebut-sebut. Saya mau dalami informasi ini dulu,” tutup Mahfudz.

Sementara itu hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi dari pihak Komisi Pemberantasan Korupsi terkait kebenaran nama-nama yang disebutkan dalam surat dakwaan tersebut.

Perlu diketahui, kasus ini bermula dari pelaksanaan Proyek Penyediaan Pupuk hayati yang melibatkan PT Berdikari menggunakan TA 2010 melalui Ditjen Tanaman Pangan Mentan. Pengadaan pupuk tersebut adalah pupuk hayati berupa dekomposer merk Vitadegra sebanyak 1,7 juta Kg dan merk Vitabio sebanyak 342 ribu kg.

Editor : Cecep Handoko