Beranda BERITA UTAMA Motifnya Uang, Bocah di Video Porno Dipaksa Ibunya Beradegan Panas dengan Wanita...

Motifnya Uang, Bocah di Video Porno Dipaksa Ibunya Beradegan Panas dengan Wanita Dewasa

BERBAGI

Agung Budi Maryoto

BANDUNG, kabarpolisi.com – Adanya keterlibatan orang tua dalam kasus video porno yang berisikan adegan syur antara tiga bocah laki-laki dengan perempuan dewasa sangatlah disayangkan. Apalagi menurut keterangan yang digali polisi, bocah tersebut sempat menolak melakukan adegan tak pantas itu.

“Kasus ini yang jadi prihatin orang tuanya, menyuruh putra melakukan hal itu, padahal putranya udah menolak,” terang Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, Senin (8/1/2018).

Untuk itu, Agung akan menggaet Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) guna memberikan trauma healing, guna memperbaiki psikologis ketiga anak-anak yang menjadi korban dalam kasus video porno ini.

Karena ini korbannya jauh di bawah umur, kami kerjasama dengan P2TP2A, kita akan utamakan trauma healing anak, agar bisa semangat lagi,” terangnya.

Sementara itu, Ditreskrimum Polda Jabar, Kombes Umar Surya Fana menuturkan, ibu bocah yang bernama Susanti itu suaranya terdengar dalam video. Diketahui, si ibu menunggu anaknya saat rekaman.

Karena ini korbannya jauh di bawah umur, kami kerjasama dengan P2TP2A, kita akan utamakan trauma healing anak, agar bisa semangat lagi,” terangnya.

Sementara itu, Ditreskrimum Polda Jabar, Kombes Umar Surya Fana menuturkan, ibu bocah yang bernama Susanti itu suaranya terdengar dalam video. Diketahui, si ibu menunggu anaknya saat rekaman.

“Ada tiga korban dalam kasus ini, yakni anak-anak yang ada dalam video tersebut, di antaranya berinisial DN (9), SP (11) dan RD (9),” kata Irjen Pol Agung Budi Maryoto.

Agung menuturkan, pembuatan video pertama adegan panas itu dilakukan pada bulan antara April sampai dengan Mei, sedangkan video kedua dibuat pada bulan Agustus.

Adapun, kronologis pembuatan video porno itu berawal dari sang sutradara Muhamad Faisal Akbar yang bergabung dalam grup di media sosial Facebook. Dalam grup tersebut, dirinya ditawari untuk membuat video adegan seks yang memuat anak kecil di dalamnya.

Pemesan sendiri diketahui berinisial R yang merupakan warga negara Kanada, yang saat ini tengah dalam pengembangan penyelidikan. “Jadi ditawari pembuatan video, setelah itu dibuatkanlah video itu dan dikirimkan kepada R, yang setelah itu, pelaku mendapatkan nominal uang dari hasil pembuatan video tersebut, ada Rp6 juta, Rp16 juta. Totalnya mencapai 31 juta,” terang Agung.

“Jadi motifnya (pembuatan video) karena uang,” ucap Agung (Nafi)

Pornografi Anak, Video, Polda Jawa Barat