Beranda BERITA UTAMA Pendiri Majalah Playboy Meninggal Dunia. Siapa Hugh Hefner?

Pendiri Majalah Playboy Meninggal Dunia. Siapa Hugh Hefner?

BERBAGI

Hugh Hefner

JAKARTA, kabarpolisi.com — Hugh Hefner pendiri majalah dewasa Playboy meninggal dunia Rabu, 27 September waktu setempat di rumahnya, The Playboy Mansion, Los Angeles, California.

Kabar meninggalnya sang ikon majalah dewasa ini disampaikan lewat pernyataan resmi pihak Playboy Enterprises, seperti dilansir CNBC. Hugh Hefner meninggal dunia dengan tenang dikelilingi oleh orang-orang terdekat semasa hidupnya.

Hingga kini, belum ada informasi lanjutan soal rencana dan detail pemakaman sang legenda.

Hefner menghembuskan napas terakhirnya di The Playboy Mansion, salah satu rumah paling populer di dunia yang dikenal sebagai pusat pesta di Hollywood dan dunia. Hefner lahir 9 April 1926. Sebelum merintis majalah Playboy, ia sempat jadi tentara dan copywriter.

Majalah Playboy yang dirintisnya pertama kali terbit pada Desember 1953 yang memuat foto Marilyn Monroe tanpa mengenakan busana.

Hefner meninggalkan istrinya, Crystal dan empat anak: Cooper, David, Marston dan Christie.

Hugh Hefner
Nama Hugh Heffner mungkin lebih dikenal dari majalahnya, Playboy. Pria yang dikenal memiliki banyak gandengan wanita cantik ini lahir di Chicago, Illinois, Amerika Serikat pada 9 April 1926. Kedua orang tua Heffner, Grace Caroline dan Glenn Lucius Hefner, berprofesi sebagai guru.

Melalui garis keturunan ayahnya yang berdarah campuran Jerman dan Inggris, Heffner mengklaim dirinya sebagai keturunan langsung dari Gubernur Plymouth, William Bradford.

Ketika ditanya tentang latar belakang keluarga, juragan majalah Playboy ini menggambarkan keluarganya sebagai konservatif, Mid-western, dan methodis.

Pendidikan formal Hugh Heffner dimulai di Sayre Elementary School dan diteruskan ke Steinmetz High School. Sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi, Heffner sempat bekerja sebagai penulis surat kabar militer pada 1944 – 1946.

Pada 1949, Heffner memperoleh gelar B.A (setara Sarjana) untuk bidang mayor Psikologi, serta dua bidang minor, Menulis Kreatif dan Seni, dari University of Illinois at Urbana Champaign. Heffner sempat menempuh pendidikan pasca-sarjana bidang Sosiologi pada Northwestern University namun hanya untuk satu semester.

BACA JUGA  Oknum Perwira Polri Gelar Resepsi di Masa Pandemi, Ini Kata Kapolda Sumut

Sebelum menerbitkan majalahnya sendiri, Heffner bekerja sebagai salah satu penulis di majalah Esquire.

Namun pada Januari 1952, ia menyatakan berhenti setelah permintaan kenaikan gajinya sebesar $5 ditolak manajemen perusahaan. Pada 1953, Heffner meluncurkan edisi perdana majalah Playboy (semula akan diberi nama Stag Party).

Sebagai modal awal penerbitan, Heffner mengagunkan perabot rumahnya untuk mendapatkan pinjaman sebesar $600 dari bank dan berhasil meyakinkan 45 investor untuk memberinya $8,000 (termasuk $1,000 dari ibunya sendiri).

Debut majalah Playboy, tidak bertanggal dan terbit pada Desember 1953, memuat gambar telanjang artis Marylin Monroe dari sesi pemotretan untuk kalender 1949 dan terjual lebih dari 50,000 eksemplar.

Menariknya, meski Heffner sendiri tidak pernah bertemu Monroe secara langsung, namun ia membeli bangunan makam tepat di sebelah sang artis di Pemakaman Westwood Village Memorial Park.

Pada 1955, Heffner setuju menerbitkan cerita pendek gubahan penulis Charles Beaumont, ‘The Crooked Man’, melalui majalah Playboy setelah naskah yang sama ditolak oleh majalah Esquire.

Tak urung, penerbitan ini menuai banyak kritikan pedas karena naskah tersebut menuturkan kisah para lelaki normal yang diperlakukan semena-mena oleh masyarakat homoseksual.

Menjawab kritikan tajam tersebut, Heffner hanya menulis balik dengan singkat (namun tidak kalah pedas dan tajam), ‘Jika salah menghukum kaum heteroseksual dalam masyarakat homoseksual, demikian juga sebaliknya.’

Pada 4 Juni 1963, bos majalah Playboy ini sempat ditahan atas tuduhan penjualan materi vulgar pasca penerbitan edisi majalah Playboy yang berisikan gambar bugil artis dan model Jayne Mansfield. Untungnya, juri tidak bisa mencapai sepakat sehingga tuduhan atas Heffner dicabut.

Pada Januari 1975, Bobbie Arnstein, mantan sekretaris Hugh Heffner, ditemukan tewas over-dosis di salah satu kamar hotel Chicago.

BACA JUGA  Sabu Milik Anggota Dewan itu Nilainya Rp 10 Miliar

Kejadian ini mendorong Heffner mengadakan konferensi pers dan mengaitkan kasus bunuh diri Arnstein dengan perlakuan petugas Federal dan polisi anti-narkoba. Heffner juga membuat pernyataan bahwa pemerintah mengincar dirinya karena filosofi dan dukungan majalah Playboy terhadap kebijakan obat-obatan yang lebih liberal.

Di samping sibuk dengan urusan penerbitan majalah Playboy, Heffner juga sempat menjajal layar perak dan mendapat penghargaan Hollywood Walk of Fame. Pada 2009, Heffner dinominasikan memperoleh Razzie Award sebagai ‘aktor pendukung terburuk’ untuk penampilannya dalam miniseri Miss March. Pada 1996, Heffner dan Kevin Burns, pembuat film dan produser TV, bekerja sama membuat serial biografi untuk stasiun TV A&E berjudul Hugh Heffner: American Playboy.

Lebih dari satu dekade kemudian, Burns dan Heffner berkolaborasi dalam berbagai serial TV termasuk yang paling terkenal, The Girls Next Door (2005 – 2009, 6 musim, 90 episode).

Pada Juli 2010, sebuah karya dokumenter kembali dibuat oleh Brigitte Berman dengan judul Hugh Hefner: Playboy, Activist and Rebel. Sebelumnya, pada 1999, Heffner membiayai pembuatan ‘Discovering the It Girl’, sebuah karya dokumenter atas Clara Bow.

Dalam bidang politik, ulah Heffner juga tidak kalah kontroversial. Ia sempat mendonasikan uang dan menggalang dana untuk Partai Demokrat. Namun, akhir-akhir ini Heffner lebih banyak merujuk posisi politiknya sebagai independen karena ketidakpuasan atas Partai Demokrat dan Republik.

Pada 1978, Heffner membantu penyelenggaraan penggalangan dana untuk merestorasi simbol Hollywood melalui sumbangan, atas nama pribadi, sebesar $27,000 (total sepersembilan dari seluruh biaya restorasi) dengan membeli huruf ‘Y’ pada simbol Hollywood dalam sebuah upacara lelang.

Heffner juga rela menyumbang $100,000 kepada University of Southern California’s School of Cinematic Arts sebagai sponsor pengadaan matakuliah baru, “Censorship in Cinema.” Pemilik Mansion Playboy ini juga tidak segan menyumbang $2 juta untuk membidani kajian film Amerika.

BACA JUGA  Puluhan Perkantoran dan Rumah Makan Disegel Polda Metro Jaya

Selain politik dan publikasi, Hugh Heffner juga banyak terlibat dalam berbagai penggalangan dana atas upaya penyelamatan lingkungan dan kemanusiaan. Di antara yang terkenal adalah penggalangan dana untuk Much Love Animal Rescue dan Generation Rescue, sebuah organisasi kontroversial yang berkampanye untuk penderita autis dan dimotori oleh artis Jenny McCarthy.

Dan, tentu saja, yang paling terkenal adalah kampanye penyelamatan sub-species kelinci langka, yang kemudian diberi nama Sylvilagus palustris hefneri, sebagai penghormatan atas jasa Heffner dan seterusnya menjadi salah satu lambang yang paling dikenal (dan diminati!) masyarakat sedunia.

Nama Heffner juga diabadikan dalam Hugh Heffner’s First Amandment Award (atas prakarsa anaknya, Christie Heffner) dan diberikan kepada individu yang dianggap berjasa besar dalam upaya melindungi dan mendorong hak-hak Amendemen Pertama untuk rakyat Amerika.

Pada Nopember 2010, Hugh Heffner menerima penghargaan pertama dan satu-satunya, Founder’s Hero of the Heart Award, dari Dr. Lois Lee, pendiri sekaligus presiden dari organisasi Children of the Night.

Sosok Heffner juga dikenal kontroversial atas dukungannya pada perkawinan sesama gender. Dia berpendapat bahwa perjuangan untuk (legalisasi) pernikahan gay merupakan perjuangan asasi.

Tanpa itu, lanjut pria gaek yang tidak pernah berhenti digandrungi seabrek wanita muda cantik ini, revolusi seksual akan mundur dan kembali ke jaman puritan.

Riset dan analisis: Mochamad Nasrul Chotib