BERBAGI

Irjen Polisi Syaiful Maltha, Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri (Foto Istimewa)

Jakarta, kabarpolisi.com – Divisi Hubungan Internasional Polri turut ambil bagian dalam tim bantuan hukum Siti Aisyah, WNI yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan Kim Jong Nam di Malaysia.

Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Saiful Maltha mengatakan, sejumlah anggotanya sempat bertemu langsung dengan Siti Aisyah di Malaysia. Mereka langsung mewawancarai wanita asal Serang, Banten itu terkait peristiwa pembunuhan Kim Jong Nam.

“Yang kita dapat sejauh ini, kejadian itu seperti sedang melakukan prank (berbuat iseng kepada orang). Dari pengakuan itu,” kata Maltha di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis (30/3/2017).

Menurut jenderal kelahiran Aceh ini, Siti Aisyah disuruh oleh seseorang untuk menyemprotkan sebuah cairan yang diduga racun ke arah Kim Jong Nam. Namun tak disangka, suruhan orang tersebut malah menyeret Siti Aisyah ke persoalan hukum.

“Dia (Siti Aisyah) masih belum ngeh, kalau dikenakan hukuman di sana. Cuman dibayar 100-200 dolar, kalau dia mengerti disuruh membunuh dia tidak mau dong kalau dibayar segitu,” ucap lulusan terbaik Lemhannas 2011 ini.

Mengenai orang yang menyuruh Siti Aisyah itu, Irjen Maltha yang lama bergelut dalam dunia intelijen itu mengaku belum mengetahui. Sebab, pria tersebut diduga langsung pergi setelah peristiwa itu terjadi.

“Dari pengakuan Siti Aisyah ya, warga Korea,” ungkap Maltha.

Dari informasi yang diperolehnya, Siti Aisyah dikenakan tindak pidana kelalaian yang menyebabkan seseorang meninggal dunia oleh otoritas hukum di Malaysia. Meski begitu, Maltha mengaku pihaknya tetap akan memperjuangkan Siti Aisyah agar dibebaskan dari jerat pidana di Malaysia.

“Kami akan coba dengan tim terus menerus supaya itu tdk masuk. Karena itu bukan pidana, menurut kacamata hukum, yang nanti dikuatkan dengan bukti-bukti yang dimiliki,” tutup pati Polri yang pernah berkiprah di pendidikan FBI dan CIA di Amerika Serikat itu. (bit)

BACA JUGA  Hari Ini, Penindakan Ganjil Genap Digelar Polda Metro Jaya