Beranda BERITA UTAMA Pilpres 2019 : Duet Jokowi – Moeldoko Bisa Saling Melengkapi

Pilpres 2019 : Duet Jokowi – Moeldoko Bisa Saling Melengkapi

BERBAGI

Dewinta Pringgodani SH MH

JAKARTA, kabarpolisi.com – Perhelatan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah di depan mata. Dalam hitungan hari calon presiden dan calon wakil presiden harus segera didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Mendekati masa pendaftaran itu, dua nama calon presiden mulai dielus-elus partai politik yakni calon petahana Ir. Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golkar, Partai Nasdem, Hanura, PPP dan PKB dipastikan mendukung Jokowi. Sedangkan Demokrat, PKS dan PAN belum menentukan sikap. Hanya Gerindra yang secara tegas mendukung Prabowo Subianto sang ketua umum.

Dari kubu Jokowi, telah bermunculan sejumlah nama untuk mendampingi Presiden ke 7 ini sebagai cawapres dalam Pilpres 2019. Sebut saja Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, mantan Gubernur NTB Tuanku Guru Bajang. Ada juga nama Mahfud MD, Muhaimin Iskandar dan Rohamurmuziy.

Menanggapi nama cawapres Jokowi, pengamat politik, hukum dan keamanan Rr. Dewinta Pringgodani SH MH dengan tegas mendukung mantan Panglima TNI Moeldoko untuk mendampingi Jokowi.

Dengan elektabilitas cukup tinggi, tentu Joko Widodo butuh seorang Wapres yang kuat dan punya pengalaman dalam bidang pertahanan.

“Saya mendukung Pak Moeldoko untuk menjadi pendamping Pak Jokowi,” kata Dewi kepada kabarpolisi.com hari ini di Jakarta.

Di mata Dewi, duet Jokowi – Moeldoko bisa saling melengkapi. “Di samping purnawirawan jenderal TNI Pak Moeldoko adalah sosok yang merakyat. Beliau sangat paham masalah pertahanan dan keamanan,” ujar Dewinta Pringgodani.

Menurut Dewi, Moeldoko yang lulusan terbaik Akademi Militer tahun 1981 itu, adalah sosok yang bisa memahami Jokowi. “Saya pikir duet ini saling melengkapi. Sipil – militer. Duet inilah sebenarnya yang dibutuhkan Indonesia saat ini,” kata wanita cantik kelahiran Solo Jawa Tengah itu.

Menurut Dewi, jika Joko Widodo seorang yang rendah hati, merakyat, santun dan pekerja keras, sedangkan Moeldoko seorang yang tegas, punya prinsip dan kaya dengan pengalaman militer.

“Untuk menjaga NKRI yang begitu luas dengan berbagai macam persoalannya, jenderal Moeldoko adalah sosok yang tepat,” kata Dewi seraya menambahkan bahwa Moeldoko juga dekat dengan kalangan Islam.

Sebagai tokoh nasional yang berlatar belakang militer, Moeldoko sangat paham berbagai aspek pertahanan dan keamanan. Dewi mencatat, kelebihan Moeldoko dekat dengan tokoh-tokoh politik di Indonesia juga kalangan aktivis pergerakan dan LSM.

Disinggung bahwa Moeldoko bukan orang partai politik, justru Dewi melihat disitu nilai lebihnya. “Yang pertama tentu Pak Moeldoko fokus urusan kenegaraan. Yang kedua beliau tentu akan berdiri di semua partai politik. Dan yang pasti tak ada parpol yang akan menyandera beliau,” tegas Dewi.

Bukti bahwa Moeldoko adalah sosok yang memahami pikiran Jokowi, Presiden asal Solo Jawa Tengah ini mengangkat mantan Panglima TNI dan KSAD itu menjadi Kepala Staf Kepresidenan.

“Tentu Pak Jokowi paling tahu alasan mengangkat Pak Moeldoko dengan jabatan strategis tersebut,” katanya. Selama jadi Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko juga seiring dan sejalan dengan Pak Jokowi.

“Saya pikir duet ini dilanjutkan saja dalam Pilpres 2019 sebagai capres dan cawapres,” katanya.

Ceko Handoko