BERBAGI
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw (kiri) menyalami anggota TNI di sela-sela upacara apel gabungan di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin (14/10/2019). TNI dan Polri bersinergi untuk meningkatkan pengamanan di Wamena. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.

Jayapura, KABARPOLISI.com – Menjelang 1 Desember yang diklaim sebagai hari ulang tahun Organisasi Papua Merdeka (OPM), Polda Papua mulai melakukan cipta kondisi dengan meningkatkan razia serta patroli di semua satuan wilayah

“Saya telah perintahkan seluruh satuan di wilayah untuk meningkatkan patroli 1×24 jam termasuk razia setiap harinya mulai saat ini hingga 1 Desember,” tegas Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw di Mapolda Papua, Selasa (26/11/2019).

Kapolda menegaskan pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi kelompok masyarakat yang bertentangan dengan nilai-nilai persatuan dan kesatuan untuk menggelar aksinya.

Bahkan diakuinya, selama ini ada indikasi Kepala Kampung telah memberikan bantuan kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB), entah itu karena dibawa ancaman atau memberikan bantuan secara sukarela.

“Kami melarang keras kepada kepala kampung atau kepala desa di Papua untuk tidak memberikan bantuan dalam bentuk apapun kepada kelompok kriminal bersenjata,” tegasnya lagi.

Sementara itu Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Drs. Herry Rudolf Nahak menyampaikan kepada seluruh masyarakat Papua Barat untuk tidak terprovokasi pada 1 Desember 2019.

Menurut Nahak, ada ditemukan beberapa selebaran di Papua Barat pada 1 Desember, namun mereka tetap siaga untuk menjaga keamanan.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Nahak menyampaikan bahwa ada beberapa organisasi yang akan melaksanakan aksi, namun itu sebatas ibadah.

“Kalau ibadah silakan saja asal jangan melakukan aksi yang memprovokasi masyarakat pada umumnya di Papua Barat, namun kalau sepanjang untuk ibadah tidak dilarang” ungkap Kapolda.

Kapolda juga berpesan kepada seluruh masyarakat untuk jaga Manokwari, jaga Papua Barat pada 1 Desember. Ia juga menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak perlu melakukan hal-hal yang tidak diinginkan agar pelayanan masyarakat berjalan dengan baik.

Kaitan dengan siaga satu Polda Papua Barat, Nahak menyampaikan bahwa akan dilihat sesuai situasinya. Apakah memungkinkan untuk siaga satu ataukah tidak. Lebih lanjut, Nahak sampaikan bahwa tidak ada penambahan personel, sebab personel yang ada saat ini sudah sangat cukup.

Ditanya rencana Kapolri dan Panglima TNI ke Papua Barat, Nahak mengaku belum ada agendanya, meskipun akan berkantor di Provinsi Papua pada 27 November. “Polda Papua Barat tetap siap saja ketika memang ada agenda Kapolri kesini,” katanya seperti dikutip Beritasatu.com

Dikesempatan ini, Nahak juga mengapresiasi dan berterima kasih kepada kelompok KNPB, sebab selama ini tidak melakukan aksi dijalan, namun katanya akan kebaktian di gereja.

Handry Tuuk