Beranda BERITA UTAMA Polemik Ganja untuk Pengobatan, Menkes : Undang-Undang Melarang

Polemik Ganja untuk Pengobatan, Menkes : Undang-Undang Melarang

BERBAGI

JAKARTA, KABARPOLISI.COM – Menteri Kesehatan Nila Moeloek turut berkomentar mengenai kisah Fidelis Arie Sudarwarto yang ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) dan viral di media sosial. Fidelis menanam ganja untuk kesembuhan istrinya, Yeni Riawati yang mengidap penyakit Syringomyelia atau munculnya kista di sumsum tulang belakang.

Nila mengatakan, ada narkotika yang biasa dipakai untuk menghilangkan rasa sakit yaitu morfin. Tapi, penggunaan morfin harus melalui mekanisme yang ketat.

Dalam dunia kesehatan, morfin memang digunakan, tapi semua harus tercatat siapa yang memesan dan untuk apa digunakan.

“Jadi artinya, saya enggak bisa berlebihan membeli dengan seenaknya, berarti itu tidak benar. Tapi itu morfin ya,” kata Nila di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/4/2017).

Sementara, untuk ganja, dia mengaku harus melihat lebih jauh lagi kasus ini. Bisa saja, penggunaan ganja hanya untuk menimbulkan efek fly, sehingga bukan sesungguhnya mengobati.

“Jadi artinya lupa akan rasa sakit dan sebagainya. Jadi bukan mengobati tapi mengurangi sistem,” ujar Nila.

Dia mengatakan, Kementerian Kesehatan memang belum mengkaji lebih dalam manfaat lain dari ganja terutama di bidang kesehatan. Tapi, secara undang-undang ganja tetap dilarang.

“Dan saya bilang tidak. Batasannya menghilangkan rasa sakit,” kata Nila.

Fidelis ditangkap aparat Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, pertengahan Februari 2017. Fidelis pun tak bisa lagi memberikan ekstrak ganja itu untuk mengobati istrinya.

Tepat pada Sabtu, 25 Maret 2017, istrinya meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Th Djaman, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Dia meninggal usai 32 hari Fidelis dibui di Rutan Kabupaten Sanggau, yang mana selama itu pula kondisi Yeni kembali menurun.

Kepala Kesatuan Pengaman Rutan Kabupaten Sanggau, Muhammad Halil mengatakan, Fidelis kepada dirinya telah mengakui apa yang dilakukannya adalah salah. Fidelis yang merupakan pegawai negeri sipil di Pemkab Sanggau itu mengaku, sengaja menanam ganja untuk pengobatan istrinya (candi/rizal)

BACA JUGA  Kasat Narkoba Polresta Surabaya Terima Pin Emas dari Kapolri