BERBAGI

Habil Marati

JAKARTA, kabarpolisi.com Pihak kepolisian masih mendalami aliran dana dari Habil Marati kepada Kivlan Zein . Polisi menduga dana itu untuk pembelian senjata api dalam rencana pembunuhan terhadap empat tokoh nasional dan satu pemimpin lembaga survei.

“Ya itu sedang kita dalami, yang jelas penyidik sudah menyita alat komunikasi, sudah menyita aliran dana dan lain-lain,” kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Muhammad Iqbal, di Media Center Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (11/6).

Polisi menyebut HM memberi uang 15.000 SGD atau sekitar Rp 150 juta kepada KZ untuk pembelian senjata api. KZ lalu mencari eksekutor dan memberi target pembunuhan 4 tokoh nasional yaitu Menko Polhukam Wiranto, Kepala BIN Budi Gunawan, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, dan Stafsus Presiden bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere serta Yunarto Wijaya, Direktur Eksekutif lembaga survei Charta Politika.

Selain itu, HM juga memberikan uang Rp 60 juta kepada HK alias Iwan. Polri pun masih mendalami keterlibatan HM lebih dalam lagi.

Dengan adanya peran HM dan KZ, maka akan lebih jelas siapa saja dalang kerusuhan 21-22 Mei 2019. “Itulah teknis taktik strategi penyidik, kita belum bisa sampaikan di sini, tunggu saja ini akan semakin terang,” kata Iqbal.

Aparat kepolisian menyebutkan dua aktor utama skenario rencana pembunuhan empat tokoh nasional dan satu pemimpin lembaga survei, yakni mantan Kaskostrad Mayjen TNI (Purn) KZ dan HM. “Dari keenam tersangka yang kami amankan ini dan kami lakukan pemeriksaan, kami tetapkan tersangka KZ dan HM,” ujar Wadir Krimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi.

Siapa Habil Marati

Habil Marati kelahiran Raha, Sulawesi Tenggara pada 7 November 1962. Menyelesaikan kuliah S1 di IAIN Sumut pada tahun 1982 serta pendidikan di Magister Manajemen di Universitas Sumatera Utara (Sumut) 2003.

Dalam karier di dunia politik, HM merupakan kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan sempat jadi anggota Komisi XI DPR dari fraksi PPP. Kemudian dia mencalonkan diri kembali dalam pemilihan anggota legislatif (Pileg) 2019 DPR untuk daerah pemilihan Sulawesi Tenggara (Sultra).

Jejak politik Habil Marati merupakan politikus yang mendukung Prabowo Subianto dikala mantan Danjen Kopassus itu berpasangan dengan Megawati Soekarnoputri pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009.

Sampai pada terbelahnya PPP yang saat itu menjadi dua kubu yakni PPP Djan Faridz dan PPP Romahurmuziy (Rommy) yang saat ini tengah ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Posisi Habil Marati kala itu dan sejumlah kader PPP lainnya membentuk Majelis Penyelamat Partai Persatuan Pembangunan (MP-PPP). Dengan inisiator antara lain Habil sendiri, Anwar Sanusi, Sukri Fadholi, Usamah Hisyam, dan anggota DPRD DKI Abraham Lunggana alias Haji Lulung.

Selain di dunia politik, nama Habil Marati juga dikenal di dunia olahraga, khususnya sepakbola. Dia pernah menduduki posisi sebagai manajer tim nasional (timnas) Indonesia selama empat bulan, dari Agustus 2012 hingga 5 Desember 2012 (BT)