Beranda BERITA UTAMA Polisi Gerebek Percetakan Buku ISIS di Medan

Polisi Gerebek Percetakan Buku ISIS di Medan

BERBAGI

MEDAN, kabarpolisi.com – Densus 88 anti teror mengamankan dua orang pemilik percetakan di Medan, yang merupakan rekan dari dua terduga teroris penyerang Markas Komando Polda Sumatera Utara Minggu dini hari kemarin.

Kedua pelaku penyerangan itu masing-masing bernama Ardial Ramadhan dan Syawaludin Pakpahan. Sedangkan, dua pemilik percetakan yang diamankan aparat kepolisian yakni SL dan TJK alias A. Selain pemilik, polisi juga menahan dua karyawan percetakan berinsial IS dan HS alias H.

Peran keempat orang itu adalah mencetak buku-buku tentang paham radikalisme yang berkaitan dengan ISIS. Polisi juga mengamankan ratusan buku dari lokasi. Keempat orang itu saat ini diperiksa secara intensif di Mapolda Sumut, untuk mengetahui apakah buku-buku tersebut sudah diedarkan atau belum.

Kecaman Terhadap Aksi Teror

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sumatera Utara mengecam keras tindakan penyerangan di Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Mapolda Sumut) pada Minggu, 25 Juni 2017, sekitar pukul 03.00 WIB, kemarin.

Ketua NU Sumut Afifuddin Lubis menyatakan, sesuai keterangan pihak yang berwajib, serangan tersebut terkait dengan kelompok ISIS.

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Medan juga mengecam aksi teror dua terduga teroris berafiliasi dengan Islamic State (IS) yang menyerang Markas Polda Sumut dan menewaskan Aiptu Martua Sigalingging, Minggu (25/6).

Bahkan Pemimpin Thariqat Naqsabandiyah Tuan Guru Babussalam Syekh H Hasyim Al-Syarwani, mengecam keras aksi terorisme di Polda Sumatera Utara, yang menewaskan Ipda Anumerta Martua Sigalingging.

Tersangka Dalam Aksi Teror

Setelah melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara hingga memeriksa 12 saksi, akhirnya penyidik menetapkan status tiga tersangka di penyerangan Polda Sumut, Minggu (25/6/2017) kemarin.

Ketiga tersangka itu yakni Syawaluddin Pakpahan (SP), warga Medan Denai yang kini dirawat di RS Bhayangkara karena luka tembak di kaki.

BACA JUGA  Kepala BNPT Boy Rafli, Tegaskan Teroris Bukan Ajaran Islam

Tersangka dua yakni Ardial Ramadhan (AR) yang meninggal dunia karna ditembak usai menyerang anggota Polri, Aiptu Martua Sigalingging di pos penjagaan Polda Sumut.

Selanjutnya tersangka ketiga yakni Boboy (17), warga Sisingamangaraja, Medan yang juga berprofesi sebagai sopir. (nafi)