BERBAGI

Ninoy Karundeng

JAKARTA, kabarpolisi.com – Polda Metro Jaya berhasil menangkap dua orang berinisial RF dan S yang diduga menculik pegiat media sosial Ninoy Karundeng yang juga relawan Jokowi -Amin. Satu dari dua orang itu merupakan anggota Organisasi Masyarakat (Ormas).

“Ninoy Karundeng memang kemarin ada laporan ke PMJ. Melaporkan dikeroyok dianiyaya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (3/10)

Dalam laporannya, Ninoy mengklaim peristiwa penculikan yang dialami dirinya di tengah aksi demo pada 30 September lalu di wilayah gedung DPR/MPR.

“Tadi malam kita mengamankan dua yang diduga pelaku. Yang kita amankan yaitu berinsial RF dan S. Kita amankan dan sekarang dalam pemeriksaan,” kata Argo.

Berdasarkan laporan Ninoy, penganiyayaan berawal ketika Ninoy sedang berkendara dengan sepeda motor di Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Ketika melewati wilayah Pejompongan ia menemui pedemo yang sedang mengangkut rekannya yang terkena gas air mata.

Melihat kejadian tersebut Ninoy segera menangkap situasi tersebut dengan kamera telepon genggamnya. Namun menyadari hal tersebut, pedemo-pedemo tersebut segera mendekati Ninoy dan merampas telepon genggamnya.

Dalam telepon genggam tersebut, pedemo mendapati sejumlah tulisan-tulisan Ninoy. Kemudian, Ninoy diseret dan dikeroyok.

“Dalam handphone pelapor terdapat tulisan-tulisan yang mungkin membuat para pelapor tidak suka,” jelas Argo.

Penculik itu memulangkan Ninoy sehari setelahnya, pada Selasa (1/10). Ninoy lantas melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya. (Nafi)