BERBAGI

JAKARTA, kabarpolisi.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengintruksikan kepada seluruh jajaran kepolisian agar tidak bergaya hidup mewah dan memperlihatkan pola hidup yang sederhana.

Hal ini tertulis dalam surat telegram dengan nomor:ST/30/XI/HUM.3.4./2019/DIVPROPAM tertanggal 15 November 2019 yang berisi peraturan disiplin anggota Polri, kode etik profesi Polri, dan kepemilikan barang mewah oleh pegawai negeri di Polri.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra, memaparkan maksud dan tujuan diterbitkannya surat telegram tersebut. Asep menyatakan kepolisian RI harus memberikan teladan yang baik untuk masyarakat.

“TR (telegram) dimaksudkan sebuah rambu-rambu pembatas dan pengingat bahwa anggota polri senantiasa menjaga dalam kaidah dan koridor tugasnya tidak boleh korupsi, memeras, tidak boleh sakiti hati yang terkait dengan kepentingan individual dan memperkaya diri,” kata Asep di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo Jakarta Selatan, Senin (18/11/2019).

“Sebagai pelindung, pengayom, pelayan, dia (anggota polri) punya kewajiban untuk berikan keteladanan bahwa dengan pola hidup sederhana juga menunjukan kebersahajaan dalam hidup, artinya sebagai sebuah profesi yang sehari-harinya bersentuhan dengan masyarakat, dia harus punya keteladanan itu,” ungkapnya.

Namun demikian, Asep menyatakan instruksi tersebut sebagai peringatan kepada seluruh anggota polri yang masih kerap hidup mewah baik di media sosial ataupun kehidupan sehari-hari.

“Sebenarnya lebih kepada sebuah warning kepada anggota polri untuk tidak berperilaku seperti itu, mencegah supaya tidak terjadi hal yang lebih meluas kepada aspek yang brsifat hedonis,” tuturnya.

Di sisi lain, ia menyatakan akan mendata berapa anggotanya yang terindikasi menunjukkan hidup mewah di media sosial.

“Propam melakukan upaya seperti itu untuk mendata dan sebagai informasi terutama di medsos,” pungkasnya.

Sementara itu, Kadiv Propam Polri Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan akan memberikan sanksi tegas kepada anggota yang masih melanggar.

“Akan dikenakan sanksi tegas bagi anggota Polri yang melanggar,” kata Listyo.

Isi pokok surat telegram tersebut adalah seluruh jajaran Poiri diminta bersikap sederhana dan sejalan dengan cita-cita mewujudkan tata pemerintahan yang baik dan bersih dan bersikap antikorupsi dan untuk mewujudkan pegawai negeri yang profesional dan bersih.

Terdapat sejumlah poin yang antaranya yaitu tidak menunjukkan, memakai, dan memamerkan barang-barang mewah dalam kehidupan sehari-hari, baik di kedinasan maupun di ruang publik. Polisi juga diminta tidak mengunggah foto dan video pada media sosial yang menunjukkan gaya hidup hedonis karena dapat menimbulkan kecemburuan sosial.

Polisi juga diminta menyesuaikan norma hukum, kepatutan, dan kepantasan dengan kondisi lingkungan tempat tinggal dan menggunakan atribut Polri yang sesuai untuk penyamarataan.(Red)