BERBAGI

JAKARTA, kabarpolisi.com – Satuan Petugas (Satgas) Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang dibentuk Polri untuk mengungkap kasus penyerangan yang dilakukan terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan, hari ini memaparkan hasil investigasi yang didapatkan melalui penyelidikan yang berlangsung selama 6 bulan.

Dalam dokumen hasil investigasi yang lebih 2000 halaman itu,Satgas Polri menguak bahwa novel diserang disebabkan adanya faktor dendam, karena kewenangan Novel yang diduga berlebihan selama menjalankan tugasnya di KPK sebagai penyidik.

“TPF menemukan fakta ada probabilitas kasus yang ditangani korban, yang mengakibatkan ada balas dendam akibat adanya dugaan kewenangan secara berlebihan,” ujar anggota Satgas Kasus Novel, Nur Kholis, dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (17/7).

Namun demikian, kata Nur Kholis, dendam tersebut bukan karena masalah pribadi. Nur Kholis menyebut serangan siraman air keras itu lebih diyakini berhubungan dengan pekerjaan Novel sebagai penyidik KPK.

Terlebih menurut Nur Kholis, saat itu Novel tengah menangani 6 kasus yang memiliki kategori high profile.

“TPF meyakini kasus-kasus tersebut berpotensi menimbukan serangan balik, karena ada dugaan penggunaan kewenangan secara berlebihan,” ucapnya.(Red)