BERBAGI

JAKARTA, kabarpolisi.com – Menjelang pembacaan putusan hukuman oleh majelis hakim kepada terdakwa kasus korupsi e-KTP Setya Novanto, yang akan diputuskan Selasa besok, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo memberikan tanggapan dan harapan terhadap majelis hakim.

Agus berharap hakim menjatuhkan hukuman yang sesuai dan menolak adanya Justice Collaborator(JC) kepada Novanto

“Ya dihukum yang proporsional, karena beliau juga ada salahnya pasti mencoba minta JC. Sepertinya kita nggak sepakat kalau beliau mendapat JC. Kan terungkap di peradilan mengenai kesalahan-kesalahan beliau,” ujar Agus seusai menghadiri diskusi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/4/2018).

Sebelumnya, Novanto dituntut hukuman 16 tahun penjara. Tak hanya itu, Novanto diminta membayar uang pengganti sekitar USD 7,4 miliar dikurangi pengembalian uang Rp 5 miliar yang telah diterima KPK serta dicabut hak politiknya selama 5 tahun.

Usai pembacaan tuntutan, Novanto membela diri dan menyebut peran Kementerian Dalam Negeri yang lebih dominan dalam pusaran kasus e-KTP. Novanto menyebut tiga sosok yang menjadi pangkal prahara tersebut yakni Irman, Andi Narogong, dan mantan Ketua Komisi II DPR Burhanudin Napitupulu. Sekjen Kemendagri Diah Anggraeni dan Sugiharto yang saat itu menjabat Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Kemendagri.(****)