Beranda BERITA UTAMA Suksesi Kapolri : Nana, Diakah Pengganti Idham Azis?

Suksesi Kapolri : Nana, Diakah Pengganti Idham Azis?

BERBAGI

Nana Sudjana

Sederhana. Low profil. Ramah dan bersahabat namun tegas.

Begitulah sosok Inspektur Jenderal Polisi Drs. Haji Nana Sudjana yang kini Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya.

Indonesian Police Watch (IPW) yang dinahkodai Neta Pane dalam berbagai kesempatan selalu menyebut Presiden Jokowi menyiapkan mantan Kapolres Solo ini sebagai calon pengganti Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis yang akan pensiun Januari 2020.

Biarkanlah Neta dengan berbagai asumsi dan informasi yang iya peroleh, yang jelas Nana Sudjana adalah sosok pekerja keras, jujur dan memiliki integritas moral yang tidak diragukan.

Jika disebut jenderal jalan lurus, Nana adalah salah satu orangnya. Pak Haji ini sejak perwira pertama hingga perwira tinggi kepolisian tidak ada cacat. Silahkan klik Google.

Cukup santer beberapa bulan belakangan ini, Nana Sudjana disebut-sebut sebagai calon kandidat kuat Kepala Kepolisian Republik Indonesia untuk menggantikan Kapolri Idham Azis yang sebentar lagi akan memasukin masa pensiun januari 2021.

Profil

Irjen. Pol. Nana Sudjana Lahir di Cirebon, Jawa Barat, 26 Maret 1965. Ia adalah perwira tinggi yang saat ini menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah ( Kapolda ) Metro Jaya Sejak 7 Januari 2020. Nana berpangalaman dibidang Intelijen.

Sebelum menjabat menjadi Kapolda Metro Jaya, Nana Sudjana menjabat sebagai Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB).

Selama menjabat sebagai Kapolda NTB, Nana Sudjana dinilai berhasil membuat keamanan daerah NTB kondusif.

Hal ini disampaikan Gubernur NTB Zulkieflimansyah sebelum dilantiknya Nana Sudjana Menjadi Kapolda Metro Jaya.

Gubernur NTB itu menilai Nana Sudjana adalah figur polisi yang cocok untuk Ibukota, kemampuan berkomunikasinya sangat luwes untuk menjangkau semua kalangan. 

Ada satu kejadian di Nusa Tenggara Barat, polisi melakukan penganiayaan terhadap seorang pelanggar lalu lintas,
Langkah cepat dilakukan Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam kasus kematian Zaenal Abidin (29), warga Dusun Tunjang Selatan, Desa Paok Motong, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur.

BACA JUGA  Gus Nur Ditangkap Polisi

Hari itu, Rabu (25/9/2019), Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB memeriksa 9 tersangka yang semuanya merupakan anggota polisi.

Seusai diperiksa, penyidik Polda NTB langsung melakukan penahanan terhadap 9 tersangka yang semuanya adalah anggota Polri.

Dan ini adalah perintah Kapolda Nana Sudjana. Tegas.

Nana Sudjana Kapolda NTB sejak Mei 2019. Dia kemudian dirotasi menjadi Kapolda Metro Jaya berdasarkan surat Telegram Nomor ST/3331/XII/KEP/2019, pada 20 Desember 2019.

Karir 

Nana Sudjana mengantikan Irjen Polisi Gatot Edi Pramono menjadi Kapolda Metro Jaya. Irjen Pol Gatot Edi Pramono adalah rekan seangkatan di Akpol 88A.

Belum ada satu bulan Nana menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya, Timnya berhasil membongkar jaringan ganja terbanyak 1,343 ton di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Atas prestasi tersebut, Irjen Pol Nana akan berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal Idham Azis untuk memberikan penghargaan kepada personel yang telah membuktikan kinerjanya itu.

Irjen Nana Sudjana Dikenal sebagai Sosok Yang Tegas

Saat menjabat sebagai Kapolda NTB, Nana Sudjana merupakan sosok yang tegas. Dia memiliki sejumlah prestasi.

Hal itu, kata Karman Mantan Ketua GPII, dapat dilihat dari kiprah Nana Sudjana selama bertugas di NTB. Disebutkan Karman, Nana berhasil menekan angka kriminalitas.

Tempat-tempat wisata di NTB relatif aman dari berbagai gangguan keamanan.

Penugasan Pertama Nana Sudjana menjabat Sebagai Pamapta Polresta Yogyakarta tahun 1988.

Ditahun yang sama Nana juga pernah menjabat sebagai kapolseka Umbulharjo Polresta Yogyakarta.

Pada tahun 2001 Nana Sudjana pindah ke Jakarta dan menjabat sebagai Kasat Intel Polres Metro Jakbar kemudian menjadi Kapolsek Tamansari. Hanya pama khusus yang bisa jadi Kapolsek di wilayah pusat hiburan malam di Jakarta itu.

Banyak posisi penting yang ia jabat di Kepolisian Republik Indonesia, Seperti Kapolres Probolinggo, Kapolres Solo, Direktur Intelijen Polda Jawa Tengah, Direktur Intelijen Polda Jawa Timur Wakapolda Jabar, Kapolda NTB dan jabatan sekarang Kapolda Metro Jaya. 

BACA JUGA  Polri Tetapkan 8 Tersangka Kasus Kebakaran Gedung Kejagung, Ini Daftarnya

Sewaktu jadi Kapolres Solo inilah Nana bertemu dengan Presiden Jokowi yang saat itu adalah Walikota Solo.

“Saya alhamdulillah, saya mendapatkan amanah dan ini suatu kepercayaan dari pimpinan Polri untuk menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya. Ini surprise buat saya,” kata Nana, Rabu, 8 Januari 2020.

Nana adalah seorang muslim yang taat dan selalu bersyukur atas jabatan yang ia peroleh.

“Jabatan ini saya pertanggungjawaban dunia akhirat. Bertanggung jawab kepada Allah, kepada pimpinan dan terutama masyarakat,” katanya.

Polisi, katanya adalah lembaga negara yang menjalankan fungsi penegak hukum dan penjaga ketertiban masyarakat harus menjalankan fungsinya dengan benar.

“Setiap orang sama halnya di depan hukum. Tak boleh ada diskriminasi hukum terhadap setiap warga negara. Intinya polisi itu pelayan masyarakat,” tegas Nana.

Selama pandemi Covid-19, Polda Metro Jaya di bawah kepemimpinannya telah membangun sedikitnya tujuh dapur umum.

Dapur umum itu  tersebar di Taman Sari, Tanjung Priok, Kampung Melayu, Kebayoran Lama, Kemayoran, Johar Baru, dan Tambun Selatan

“Dapur umum ini diadakan dalam rangka membantu masyarakat yang memang butuh, yaitu lapisan bawah, untuk memenuhi kebutuhannya,” kata Nana di Jakarta, Rabu,15 April 2020.

Dapur umum tersebut menyediakan makan siang dan makan malam bagi warga sekitar. Setiap harinya dapur umum itu bisa menyediakan sampai sekitar 400-500 porsi.

Layanan ini dilakukan door to door juga take away.

“Yang kita harapkan adalah mereka tetap menjaga physical distancing,” ujar Nana.

Masih selama pandemi, Polda Metro Jaya berhasil mengungkap peredaran 26,8 kilogram sabu-sabu, dari beberapa kasus.

Dua kasus besar di antaranya dibongkar Polsek Kalideres dan Polsek Kembangan awal Mei ini.

Kasus pertama, Polsek Kembangan menangkap satu tersangka berinisial MY dengan barang bukti 2,4 kilogram sabu-sabu, di Percetakan Negara, Jakarta Pusat, sekitar pukul 13.30 WIB, Minggu, 3 Mei 2020.

BACA JUGA  Di Jakarta, Polisi Gagalkan Satu Koper Narkoba

Kasus kedua, diungkap Polsek Kalideres. Dua orang berinisial NTO dan WNR berhasil dibekuk berikut barang bukti 14,4 kilogram, di salah satu apartemen, di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu, 6 Mei 2020.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Barat juga berhasil mengungkap peredaran narkotika jenis sabu-sabu, dengan barang bukti seberat 10 kilogram dan tersangka tujuh orang.

Jika dikonversi menjadi rupiah, barang bukti narkotika yang disita Polres Metro Jakarta Barat dan Polsek jajaran senilai Rp 26 miliar dan bisa menyelamatkan nyawa 100.000 jiwa.

Belum satu tahun Nana menjabat Kapolda Metro Jaya kondisi keamanan terjaga, kasus-kasus besar yang menjadi atensi publik terungkap.

Kasus John Key, kasus pembunuhan bos pelayaran di Kelapa Gading, kasus Mutilasi dan berbagai terungkap dengan cepat.

Menanggapi semua keberhasilan ini, Nana berucap singkat. “Saya berterima kasih kepada anggota saya telah bekerja keras.”

Founder media online kabarpolisi.com Ben Ibratama Tanur ketika ditanya tentang sosok Nana Sudjana, mengaku telah mengamati perjalanan karir Nana sejak masih berpangkat kapten polisi, 20 tahun yang lalu.

“Ramah tapi tegas. Seorang religius yang selalu mengutamakan tugas-tugasnya sebagai anggota Polri. Dia seorang jenderal jalan lurus,” kata Ben yang juga Founder dan Chairman KABAR MEDIA GROUP, jaringan media online yang menerbitkan sembilan media online dan satu Chanel TV YouTube Kabarpolisi TV.

Riwayat Jabatan

Pamapta Polresta Yogyakarta (1988)
Kapolsekta Umbulharjo Polresta Yogyakarta
Kasat Intel Polres Metro Jakbar (2001)
Kapolsek Metro Tamansari Polres Metro Jakbar (2002)
Kapolres Probolinggo (2006)
Wakapolwiltabes Surabaya (2008)
Analis Utama Tk. III Baintelkam Polri
Kapoltabes Surakarta (2010)
Dirintelkam Polda Jateng (2011)
Analis Utama Tk. I Baintelkam Polri (2012)
Analis Kebijakan Madya bidang Ekonomi Baintelkam Polri (2013)
Dirintelkam Polda Jatim (2014)
Wakapolda Jambi[ (2015)
Wakapolda Jabar (2016)
Dirpolitik Baintekam Polri[2] (2016)
Kapolda NTB (2019)
Kapolda Metro Jaya (2019)

Riko Sendra