BERBAGI

Tokoh pemuda Sumbar Erick Hariyona dalam satu acara dengan Presiden Jokowi (Ist)

Padang, kabarpolisi.com – Setelah 10 tahun terjadi gejolak di tengah masyarakat, terkait sengketa tanah seluas ± 765 Hektar yang diklaim oleh Lehar CS, akhirnya tuntas sudah. Hal ini bukti keseriusan Kapolda Sumbar Irjen Polisi Toni Harmanto membersihkan Sumatera Barat dari mafia tanah.

Hampir 60 ribu warga yang berada di 4 kelurahan di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang ini terharu sekalipun dalam kondisi waspada virus Corona dan berterima kasih kepada Irjen Polisi Toni Harmanto yang telah menyelamatkan tanah milik warga.

“Tindakan Kapolda Sumbar luar biasa. Patut kita apresiasi. Patut kita puji.
Beliau membela hak atas tanah masyarakat yang berada di 4 kelurahan ini. Beliau sangat keseriusan memproses kasus ini,” kata Erick Hariyona tokoh pemuda Sumatera Barat kepada media ini.

Seperti diberitakan Kapolda Sumbar Irjen Polisi Toni Harmanto menegaskan menghentikan penyelidikan dan penyidikan seluruh laporan Lehar Cs atas kepemilikan tanah di empat kelurahan (Dadok Tunggul Hitam, Bungo Pasang, Air Pacah, Koto Panjang Ikur Koto) di Kota Padang.

“Telah terjadi Error in Objecto di dalam berita acara Angkat Sita tahun 2010 dan tunjuk batas 2016 melalui peta gambar Panitera Pengadilan Negeri Padang yang digunakan Lehar Cs sebagai bukti dasar kepemilikan tanah di empat kelurahan tersebut. Dan bukti tersebut tidak cukup”, ungkap Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto saat video conference penyelesaian kasus tanah Lehar, Jumat (17/4/2020).

”Alhamdulillah, dengan dibantu bapak IrjenToni Harmanto, akhirnya perjuangan masyarakat membawa hasil yang positif, masyarakatpun terbebas dari para mafia tanah,” kata Erick Hariyona mantan Ketua HIPMI Sumbar itu

BACA JUGA  NEW Normal, TNI POLRI Kerahkan Personil ke 4 Propinsi

Erick juga mengaoresiasi kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung perjuangan masyarakat selama ini. Terutama Kementerian ATR/BPN, termasuk juga Kantor Pertanahan Kota Padang yang telah melakukan pengukuran objek perkara.

Selesainya sengketa tanah seluas ± 765 Hektar merupakan keberhasilan perjuangan masyarakat dalam melawan dan menentang tindakan dari oknum-oknum mafia tanah selama ini.

“Kita tidak tega warga menjadi bulan-bulanan para mafia tanah, karena mayoritas warga yang berada di objek perkara merupakan warga yang telah menempati tanah milik mereka selama berpuluh tahun,” ujar kata Erick yang juga Ketua MPW Pemuda Pancasila Sumbar ini.

Apresiasi Erick kepada Kapolda Sumbar Irjen Polisi Toni Harmanto, karena Kapolda benar-benar serius menangani kasus ini sehingga tanah yang selama ini diklaim oleh para mafia ini kembali kepada warga.

“Bayangkan, belum berapa bulan di Sumbar, Irjen Polisi Toni Harmanto sudah menorehkan sejarah yang di Sumbar, dan kami yakin ini menjadi cerita yang sangat luar biasa nanti, mudah-mudahan semua ini menjadi amal bagi beliau,” kata Erick.

Dia juga mengharapkan agar Kapolda Sumatera Barat beserta jajarannya bisa mengejar para mafia tanah ini dan menjerat mereka dengan tindak pidana.

“Kalau dibiarkan maka akan bermunculan mafia baru yang akan merugikan masyarakat seperti selama ini terjadi di lokasi tanah 765 Hentar ini,” ujar Erick Hariyona. (We)