BERBAGI

Riri Purbasari Dewi SH, LL.M, MBA

JAKARTA, kabarpolisi.com – Terkait peristiwa kekerasan terhadap Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, seorang pengacara senior yang juga Kepala Bidang Humas PERADI memberi tanggapan.

“Sebagai seorang advokat, saya sangat mengecam tindakan memalukan yang telah dilakukan rekan advokat D” kata Kepala Bidang Humas Peradi Riri Purbasari Dewi SH, LL.M, MBA

Menurut advokat senior ini, apapun alasannya, tindakan itu tidak dapat dibenarkan, baik secara lagal ataupun moral.

“Sebagai seorang advokat, dan juga sebagai Kepala Bidang Humas Nasional Peradi, saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada yang mulia para hakim, tidak hanya para hakim yang menjadi korban, tapi juga kepada yang mulia seluruh hakim di Indonesia,” kata Riri.

Apakah pelaku dilindungi oleh hak kekebalan Advokat?

“Menurut pengetahuan dan pengalaman saya selama hampir 40 tahun menjadi advokat, seorang advokat hanya dapat dilindungi oleh hak kekebalan advokat apabila dia sedang membela kepentingan hukum kliennya,” kata Riri.

Dalam peristiwa ini, perbuatan memalukan tersebut terjadi pada sidang dengan agenda pembacaan keputusan.

Dalam sidang yang sudah memasuki agenda pembacaan putusan, satu-satunya hal yang bisa dilakukan seorang advokat dalam membela kepentingan klien-nya adalah menyatakan banding, atau kasasi, apabila mendapati bahwa putusan yang dibacakan hakim bukanlah yang terbaik bagi klien-nya.

“Jadi, menurut pendapat hukum saya, apa yang dilakukan tersebut, tidak bisa dimasukan sebagai pembelaan terhadap hak hukum klien, sehingga, dengan sendirinya, si pelaku tidak dapat dilindungi hak kekebalan advokat,” Riri menambahkan. (BT)