Beranda BERITA UTAMA Usai Shalat Zuhur, Kapolri Bahas Toleransi Umat Beragama di Ukraina

Usai Shalat Zuhur, Kapolri Bahas Toleransi Umat Beragama di Ukraina

BERBAGI

KIEV, kabarpolisi.com – Kepala kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Tito Karnavian melanjutkan kunjungannya ke Ukraina, seusai menghadiri undangan Ministry of Internal Affairs dan Service Agency di Georgia.

Kapolri bertemu Kepala Kepolisian Ukraina, Serhiy Knyazev dan membahas gagasan kerjasama bilateral dalam menangani masalah Kejahatan Cyber, Extra Ordinary Crime, serta Pertukaran Informasi Kepolisian.

Sebelum pertemuan berlangsung, Tito karnavian menyempatkan Salat Zuhur di Masjid Ar Rahmah, satu-satunya Masjid di Ibu Kota Ukraina, Kiev. Tak diduga, Syeikh Akhmed Tamim Mufti of Ukraina/President of Islamic University, pemimpin tertinggi ummat Muslim di negara Ukraina menjadi imam salat

Tito yang kala itu menggunakan jaket serta berkopiah hitam, berdiri di samping Duta Besar RI untuk Ukraina Yuddy Chrisnandi. Ia tampak khusuk mengikuti salat berjamaah.

Usai salat, Tito dan Yuddy berdiskusi tentang kehidupan umat muslim di Ukraina bersama Mufti Syeikh Akhmed. Dalam pertemuan itu, Syeik Akhmed mengungkapkan tentang perkembangan umat Islam di Ukraina.

“Umat Islam di Ukraina jumlahnya sekitar 2 persen, namun muslim Ukraina mendapatkan pengakuan dan peran yang sama dengan agama lainnya, yang mayoritas Kristen Orthodox. Toleransi beragama di Ukraina sangat baik. Pemerintah menaruh perhatian yang baik kepada ummat Islam disini,” ungkap Mufti Syeikh Akhmed kepada Tito sebagaimana dalam keterangan tertulis Dubes RI, yang mendampinginya, Selasa (6/2/2018).

“Islam selalu disebut agama radikal, dikaitkatkan dengan Terorisme, namun di Ukraina Islam tumbuh dan bisa berdampingan dengan ummat lainnya secara baik dan damai,” lanjut Mufti Syeikh Akhmed.

Atas hal tersebut, Kapolri Tito menambahkan, sebagai negara mayoritas Muslim, Indonesia selalu ingin menjalin hubungan dengan berbagai negara dan komunitas muslim lainnya dimanapun. Tujuannya untuk menyebarluaskan pesan Islam sebagai agama pembawa perdamaian.

BACA JUGA  Kronologi Penangkapan Viktor Yeimo Dalang Kerusuhan Papua 2019

Tito juga mengharapkan Mufti of Ukraine bisa berkunjung ke Indonesia dan melihat langsung kehidupan umat Islam Indonesia yang Toleran terhadap agama lainnya.(Doni)