Beranda BERITA UTAMA Viral di YouTube, Adu Domba TNI – Polri, Iwan Adi Sucipto Ditangkap...

Viral di YouTube, Adu Domba TNI – Polri, Iwan Adi Sucipto Ditangkap Polisi

BERBAGI

Iwan Hadi Sucipto

CIREBON, kabarpolisi.com – Kepolisian Resor Cirebon menangkap Iwan Adi Sucipto (49), warga Cirebon, pembuat video provokatif adu domba TNI-Polri. Iwan memprovokasi soal 22 Mei ialah ulang tahun Partai Komunis Indonesia (PKI).

Video Iwan viral di media sosial . Awalnya ia berbicara menyikapi perintah Kapolri soal tembak di tempat. Iwan menilai Kapolri menyulut amarah masyarakat. Bahkan menyerukan masyarakat untuk siap mati berjuang di jalan jihad. Bahkan, dia menyatakan TNI siap bertempur melawan kepolisian, karena tidak semua TNI mengikuti perintah Panglima.

Iwan mengaku hidup di lingkungan keluarga militer. Usai mengadu domba TNI-Polri, Iwan kemudian menyinggung sentimen PKI. Iwan berbicara soal ulang tahun PKI. Iwan mengaitkan sentimen PKI itu dengan rencana aksi 22 Mei mendatang.

Kapolres Cirebon AKPB Suhermanto mengatakan ucapan Iwan terkait sentimen PKI adalah hoaks alias berita bohong.

“Karena muatan video itu berbahaya, mengandung unsur provokatif adu domba TNI-Polri. Kemudian ada berita bohongnya juga soal 22 Mei adalah ulang tahun PKI. Sebenarnya Ini tidak benar,” kata Suhermanto kepada detikcom di Mapolres Cirebon, Jalan Raden Dewi Sartika, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (13/5/2019).

Polres Cirebon masih mendalami kasus tersebut. “Masih pemeriksaan. Betul sudah ditangkap. Iya (bahwa Iwan) warga Cirebon, Kecamatan Sumber,” ucap Suhermanto.

Heboh

Jagat media sosial dibuat heboh dengan beredarnya sebuah video seorang pria mengaku keluarga TNI mengklaim bahwa tanggal 22 Mei merupakan hari lahir Partai Komunis Indonesia (PKI). Tanggal tersebut berbarengan dengan pengumuman hasil Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Video tersebut pertama kali diunggah melalui akun jejaring sosial Facebook Iwan Adi Sucipto. Sejak diunggah, video tersebut pun langsung ramai diperbincangkan warganet dan diunggah ulang oleh berbagai akun di media sosial, salah satunya akun Facebook Wan Bigot.

Saat SUARA.com melakukan penelusuran terhadap akun Iwan Adi Sucipto, akun Facebook tersebut sudah dinonaktifkan.

Dalam video berdurasi 1 menit 57 detik tersebut tampak seorang pria mengenakan kemeja batik berwarna biru. Ia mengklaim mendapatkan informasi dari para jenderal bahwa tanggal 22 Mei merupakan hari perayaan PKI yang berbarengan dengan pengumuman hasil Pemilu 2019.

“Mudah-mudahan kami semuanya teman-teman jangan tidak percaya tanggal 22 itu juga ada beberapa informasi, ini dari teman-teman saya jenderal bahwa ternyata tanggal 22 adalah hari ultah PKI,” kata pria tersebut seperti dikutip Suara.com, Senin (13/5/2019).

Pria tersebut pun menyerukan agar seluruh rakyat bersatu dan berjuang sebelum tanggal 22 Mei. Tujuannya agar calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno bisa ditetapkan sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia periode 2019 – 2024.

“Insyaallah kita semua semangat dan berjuang sebelum tanggal 22, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menjadi presiden dan wakil presiden,” ungkapnya.

Tak sampai disitu, pria tersebut juga mengaku sudah geram dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Ia menyebut seluruh anggota TNI sudah siap untuk bertempur melawan Polri.

“Jangan takut dengan ancaman kapolri dengan ditembak di tempat itu menjadikan lebih panas dan marah rakyat itu, itu suatu ungkapan yang tidak pantas seorang kapolri bicara seperti itu dan aku yakin seluruh keluarga saya TNI siap tatkala ada korban maka TNI akan tempur dengan Polri,” tegasnya.

Dari hasil penelusuran Suara.com, PKI sendiri dibentuk pada 23 Mei 1929. Sehingga, dahulu hari kelahiran PKI tersebut diperingati setiap tanggal 23 Mei.

Berikut merupakan transkrip video secara keseluruhan:

Assalamualaikum

Rekan-rekan yang dimuliakan oleh Allah SWT, ayo terus kita berjuang jangan lemah semangat karena semakin hari semakin kita kuat jangan takut dengan ancaman kapolri dengan ditembak di tempat itu menjadikan lebih panas dan marah rakyat itu, itu suatu ungkapan yang tidak pantas seorang kapolri bicara seperti itu dan aku yakin seluruh keluarga saya TNI siap tatkala ada korban maka TNI akan tempur dengan Polri.

Jangan main-main. Tidak semuanya mengikuti panglima karena semuanya adalah kebenaran dan rakyat sudah marah dan insyaallah rakyat sudah siap untuk mati berjuang di jalan Allah swt.

Mudah-mudahan kami semuanya teman-teman jangan tidak percaya tanggal 22 itu juga ada beberapa informasi, ini dari teman-teman saya jenderal bahwa ternyata tanggal 22 adalah hari ultah PKI. Ini merupakan sebuah, ada surat dari seorang yang pemimpin PKI. Insyaallah kita semua semangat dan berjuang sebelum tanggal 22, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menjadi presiden dan wakil presiden

Insyaallah, Allah tumbangkan satu per satu, orang-orang yang sombong dan angkuh dan congkak, jabatan itu titipan, saudaraku, harta itu titipan bukan milik anda, ingat Anda akan mati ditutup kain kafan, hanya selembar kain kafan menutup tubuh Anda, dan itu menjadikan peringatan buat Anda.

Kalau sudah pensiun dan stroke, katanya, sakit, cuci darah, dan sebagainya, celaka buat kehidupan dunia akhirat.

Naudzubillah

Rakyat mendoakan hidup Anda sengsara dunia akhirat. Oleh karena itu saya mengharapkan kepada saudaraku, seluruh Indonesia, ayo menangis, mengadu kepada Allah minta keadilan, Insyaallah yang sombong dan sok karena jabatan, demi harta, tumbang satu per satu karena stroke, tumbang karena sakit parah.

Insyaallah, Bismillah, Wassalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh (Tain)