Beranda BERITA UTAMA Wakil Kapolri Hadiri KTT OKI untuk Mewujudkan Pendirian Universitas Islam Internasional

Wakil Kapolri Hadiri KTT OKI untuk Mewujudkan Pendirian Universitas Islam Internasional

BERBAGI

Syafruddin

KAZAKHSTAN, kabarpolisi.com– Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin ikut menghadiri KTT OKI di Kota Astana Kazhakstan, Minggu (9/9) karena dia salah satu anggota panitia dalam rencana pendirian Universitas Islam Internasional Indonedia yang akan dibangun di Indonesia,

Kehadirannya dalam delegasi Indonesia menjadikan Wakapolri satu-satunya anggota polisi yang mengikuti KTT OKI dalam delegasi Indonesia yang dipimpin Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“Kehadiran saya menjadi bagian dari delegasi Indonesia, sehubungan dengan kapasitas sebagai salah satu anggota dalam pendirian Universitas Islam Internasional yang akan dibangun di Indonesia,” ujar Syafruddin melalui pesan singkat kepada kabarpolisi.com (9/9).

Menurut Wakapolri, KTT OKI memiliki tema Sains dan Teknologi yang sejalan dengan rencana pemerintah Indonesia untuk membangun peradaban Islam sekaligus membangun universitas Islam Internasional yang pertama di Indonesia.

Pendirian Universitas tersebut merupakan upaya dari pemerintahan Jokowi-JK untuk menjadikan Indonesia berkontribusi bagi pembangunan peradaban Islam dunia di tengah krisis yang terjadi di Timur Tengah saat ini.

“Karena itu saya bergabung dalam komunitas Islam Internasional. Kita fokus membangun peradaban Islam apalagi Indonesia dikenal sebagai negara berpenduduk muslim terbesar yang moderat,” kata Syafruddin.

Terkait dengan dunia pendidikan ini, Wakapolri sendiri termasuk tokoh yang turut terlibat aktif dalam persiapan pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII).

“Pendirian kampus tersebut berdasarkan Perpres 57/2016 tentang Pendirian Universitas Islam Internasional Indonesia yang diteken Presiden Jokowi pada 29 Juni 2016,” ujar Syafruddin

Kampus yang berlokasi di kawasan Cimanggis, Depok dan diperkirakan membutuhkan anggaran Rp 1,5 triliun ditargetkan mulai berfungsi pada 2019.
(Nafi)

BACA JUGA  Kompolnas Tanggapi KLB Demokrat, Poengky : Polda Sumut Tunjukkan Netralitas