Beranda BERITA UTAMA Wakapolri : Mafia Stop Permainkan Harga Pangan!

Wakapolri : Mafia Stop Permainkan Harga Pangan!

BERBAGI

Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin

JAKARTA, kabarpolisi.com – Wakil Kapolri Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin mengingatkan mafia pangan untuk berhenti mempermainkan harga pangan.

“Sesuai perintah tegas Bapak Presiden Jokowi, sikat habis mafia pangan!
Maka Polri pasti akan bongkar mafia mafia yang biasa naikan harga pangan, terutama jelang bulan suci Ramadhan. Supaya ummat Islam khusyuk menjalankan ibadah Ramadhan,” kata Wakapolri Komjen Syafruddin kepada kabarpolisi.com, di Jakarta, Rabu (17/5)

Penimbunan Bawang Putih

Seperti diberitakan, Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri membongkar penyelundupan dan penimbunan bawang putih di Jakarta Utara. Bawang putih sebanyak 182 ton itu ditemukan di gudang di Jalan Marunda, Jakarta Utara.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya mengatakan gudang tersebut milik PT TPI. Anggotanya membongkar keberadaan penimbunan bawang putih di bilangan Jakarta Utara itu pada Selasa (16/5). Kemudian hasil pendalaman diketahui bahwa gudang tersebut milik PT TPI.

“Diduga bahwa bawang putih tersebut merupakan barang selundupan yang berasal dari Negara Cina dan India,” kata Agung melalui rilis yang diterima Republika di Jakarta, Rabu (17/5).

Beberapa hari yang lalu, harga bawang putih dan beberapa bahan pokok merangkak naik menjelang bulan Ramadhan. Hal ini tentu saja meresahkan rakyat sebagai konsumen.

Tadi pagi, polisi berhasil menggerebek sebuah tempat yang menimbun bawang putih.

Dalam wawancara dengan Metro TV, Waka Polri, Komjen Syafruddin  mengatakan bahwa dia meminta agar Kartel pangan untuk stop melakukan penimbunan. Jika tidak, Polri akan menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam kasus ini. Hal ini dilakukan agar harga bawang putih dan bahan pokok lainnya bisa dijangkau oleh masyarakat apalagi menjelang masuknya bulan Ramadhan. (nafi)

BACA JUGA  Pangdam I/BB dan Wakapolda Sumut Pastikan Karantina Warga Asing