Beranda BERITA UTAMA Wakapolri, Ustaz Abdul Somad, dan Menteri PUPR, Tokoh Perubahan Republika 2017

Wakapolri, Ustaz Abdul Somad, dan Menteri PUPR, Tokoh Perubahan Republika 2017

BERBAGI

JAKARTA, kabarpolisi.com – Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri), yang juga Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia, Komjen Jenderal Polisi Syafruddin, terpilih sebagai salah satu tokoh yang dinilai mampu menciptakan perubahan dan kontribusi besar untuk kemajuan bangsa dan memberikan peran kerja nyata di tengah masyarakat.

Penghargaan tersebut diberikan oleh
Media Republika yang menggelar acara malam penganugerahan bertajuk “Tokoh Perubahan 2017” untuk Indonesia yang dihelat untuk ke-13 kalinya dan digelar di XXI Ballroom Djakarta Theater, Jakarta, Selasa (10/04/2018).

Selain Wakapolri, pada tahun ini, terdapat beberapa tokoh yang juga terpilih sebagai Tokoh Perubahan 2017. Mereka adalah Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Suprajarto, pendakwah Ustaz Abdul Somad, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Owner Trusmi Group Sally Giovanny.

Ketua Panitia Pelaksana Tokoh Perubahan Republika 2017 Indra Wisnu Wardhana menjelaskan Republika sangat menghargai setiap perubahan yang berdampak positif bagi masyarakat. Oleh karena itu, acara ini digelar sebagai bentuk terima kasih kepada mereka yang telah bekerja degan tulus dalam mendorong perubahan.

“Dan kali ini Tokoh Perubahan Republika 2017 akan mengusung tema Memperkuat Simpul Pemersatu Bangsa,” ujar Indra.

Selain itu, lanjut Indra, Tokoh Perubahan Republika 2017 juga bertujuan untuk memotivasi masyarakat luas terpacu untuk membuat perubahan-perubahan positif yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Tujuan lainnya, yaitu menjalin tali silaturahim serta membangun jaringan antara tokoh dengan lembaga/instansi serta masyarakat luas.

Indra menambahkan, panitia mengundang sekitar 500 orang undangan dari berbagai kalangan. Di samping tentu para pemenang beserta keluarga, panitia juga mengundang para menteri Kabinet Kerja, kepala daerah, tokoh masyarakat, dan tentunya para pewarta.

Pemimpin Redaksi Republika Irfan Junaidi mengatakan, perjalanan bangsa Indonesia dalam merawat persatuan bukanlah tanpa ujian. Upaya untuk mengadu domba terus terjadi. Dinamika politik juga terkadang menajamkan polarisasi dalam masyarakat.

Tantangan untuk terus merawat persatuan juga semakin meningkat. Teknologi, menurut Irfan, telah menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi, bisa menjadi katalisator yang memajukan peradaban, tapi di sisi lain juga membuka peluang untuk menajamkan pertentangan.

“Dalam situasi seperti ini, Republika berkeinginan untuk menempatkan diri sebagai perekat sendi-sendi persatuan bangsa, Tokoh Perubahan 2017 secara kuat mengangkat tema ‘Memperkuat Simpul Pemersatu Bangsa’. Lima tokoh terpilih untuk mendapatkan penghargaan atas kiprahnya dalam mendukung persatuan bangsa. Dengan kiprah yang nyata, kelianya telah memberi sumbangan besar bagi bangsa ini,” kata Irfan.

Berikut ini Daftar penerima anugerah Tokoh Perubahan Republika sejak 2005 hingga 2016

2005,

Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden RI

Jenderal Pol Sutanto, Kapolri

Hidayat Nur Wahid, Ketua MPR RI

Muhammad Arifin Ilham, Ulama

Ary Ginanjar Agustian, Pendiri ESQ

KH Abdullah Gymnastiar, Ulama

Hamid Awaluddin, Negosiator Perdamaian RI-GAM

Sofyan Djalil, Negosiator Perdamaian RI-GAM

2006,

Komisi Pemberantasan Korupsi

Jimly Asshidiqie, Ketua Mahkamah Konstitusi

Sutiyoso, Gubernur DKI

2007,

Deddy Mizwar, Aktor

Habiburrahman El Shirazy, Novelis

Andrea Hirata, Novelis

Ratna Megawangi, Dosen/Peneliti/Penggerak Indonesia Heritage Foundation

Ustaz Yusuf Mansyur, Ulama

Muhammad Maftuh Basyuni, Menteri Agama RI

2008,

Darmin Nasution, Dirjen Pajak

Seto Mulyadi, Ketua Komnas Anak

Anton Apriyantono, Menteri Pertanian

Hassan Wirajuda, Menteri Luar Negeri

Ahmad Riawan Amin, Bankir/Dirut Bank Muamalat Indonesia

2009,

Mahfud MD, Ketua Mahkamah Konstitusi

Yohanes Surya, Pendidik/Ilmuwan

Prof I Gede Winasa, Bupati Jembrana

Aria Susumadewa, Sineas/Sutradara

Mario Teguh, Motivator

Toto Sugito, Penggagas Bike to Work

Eri Sudewo, Penggerak Dompe Dhuafa

Tri Mumpuni, Sosiopreneur

2010,

Asma Nadia, Novelis

Joko Widodo, Wali Kota Solo

Jusuf Kalla, Ketua Palang Merah Indonesia

Soelaiman Budi Sunarto, Peneliti

M Zainul Majdi, Gubernur NTB

Fadzlan Garamatan, Ulama dari Papua

Zulkifli Hasan, Menteri Kehutanan RI

2011,

Hatta Rajasa, Menteri Koordinator Perekonomian

Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat

KH Abdullah Syukri Zarkasyi, Pimpinan Ponpes Gontor

Amran Nur, Wali Kota Sawahlunto

Heppy Trenggono, Pengusaha Muda

2012,

Taufik Kiemas, Ketua MPR RI

Djoko Suyanto, Menko Polhukam

KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum PBNU

2013,

Abraham Samad, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Gamal Albinsaid, Dokter, penggas asuransi sampah

Iko Uwais, Pesilat, aktor

Ridwan Hasan Saputra, Pengajar, pendiri Klinik Pendidikan MIPA (KPM)

Indra Sjafri, Pelatih Timnas U-19

2014,

Din Syamsudin, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi

Bhayu Subrata dan Pratama Widodo, Penggagas One Day One Juz

Nurdin Abdullah, Bupati Bantaeng

Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya

2015,

Rudiantara, Menkominfo

Nadiem Makarim, CEO Gojek

Tuanku Guru Haji Hasanain Juaini, ulama NTB

Hotlin Ompusunggu, aktivis lingkungan

Grup musik Slank

2016,

Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan RI

Mursida Rambe, pendiri BMT Beringharjo Yogyakarta

H Artim Yahya, pendiri Koperasi Tani Maju Bersama Lombok Barat

M Suyanto, pendiri Universitas AMIKOM Yogyakarta

Robin Lim, bidan inspiratif sekaligus pendiri Yayasan Bumi Sehat Bali

Nurhayati Subakat, pendiri perusahaan kosmetik PT Paragon Technology and Innovation/PTI (Wardah Cosmetics)