BERBAGI

PEKANBARU, kabarpolisi.com– Puluhan pucuk Senjata Api (Senpi) laras panjang yang digunakan oleh anggota Polresta Pekanbaru dan personil polsek dilakukan pemeriksaan. Pemeriksaan senjata api tersebut digelar di Mako Resta Pekanbaru, Selasa (17/10) Pukul 08.30 WIB.

Pemeriksaan ini meliputi kebersihan senjata dan kelengkapan administrasinya. Secara mendetail, jenis Senpi dinas yang dilakukan pemeriksaan diantaranya  jenis SV2, MK – 58, Roger Mini, dan SKS

Pemeriksaan dilakukan oleh Kapolresta Pekanbaru Kombespol Susanto SIK SH, MH didampingi Wakapolresta Pekanbaru AKBP Edy Sumardi Priadinata SIK Kabag Ops Kompol Indra Andiarta SIK Kasat Sabhara Kompol Lilik Surianto S.ST SH, Kasubbag Sarpras Bag Sumda AKP Pujiati dan Kasi Propam Iptu John Efri.

Kapolresta Pekanbaru KBP Susanto SIK SH MH menegaskan tujuan dilaksanakan pemeriksaan senjata api adalah salah satu bentuk pengawasan terhadap Senpi dinas agar tidak disalahgunakan oleh anggota serta kebersihannya tetap terjaga.Dari puluhan senpi yang diperiksa, beberapa diantaranya ada dalam kondisi kotor. Senjata yang kotor langsung diminta oleh anggota pemakai agar langsung dibersihkan.

“Ada beberapa senjata dari Polsek yang kotor dan selanjutnya akan dibersihkan, agar tidak ada senpi petugas yang macet pada saat digunakan.” Ujar Kapolresta melalui Kasat Sabhara Kompol Indra Andiarti SIK

Tidak seperti biasanya, pemeriksaan kali ini juga diberikan pengetahuan tentang tata cara membongkar pasang senjata dan pembersihan senjata oleh Sat Sabhara Polresta Pekanbaru kepada Anggota Polsek jajaran.“Masih banyak Personil yang belum memahami cara bongkar pasang senjata, untuk itu pada kesempatan ini kita berikan pengetahuan cara bongkar pasang dan membersihkan senjata,”tutup Indra

Amankan Pengamen

Sementara itu, Giat Ops Bina Kusuma, tim gabungan Polresta Pekanbaru amankan seorang pengamen jalanan yang berada di persimpangan lampu merah patung kuda, Jalan Soekarno Hatta, Kota Pekanbaru.

Kegiatan Ops Bina Kusuma ini di pimpin lansung oleh Kasat Binmas Polresta Pekanbaru AKP Sunarti yang diikuti oleh Sat Reskrim, Sat Shabara, Sat Pol PP Kota Pekanbaru dan perwakilan dari Dinas Sosial Kota Pekanbaru.

Kapolresta Pekanbaru KBP Susanto SIK SH MH melalui Kasat Binmas AKP Sunarti kepada awak media, Selasa ( 17/10) mengatakan pihaknya beserta tim berhasil mengamankan seorang pengamen Pria jalanan yang tanpa identitas atau Kartu Tanda Penduduk (KTP).”Kepada kami ia mengaku sebagai pendatang asal Kota Medan Sumatera Utara,”terang Sunarti

Dijelaskan Sunarti, Pria (pengamen,red) yang memakai pakaian lusuh dan bertato ini, kesal saat akan diperiksa oleh tim Ops Bina Kusuma. “Ia memarah-marahi petugas kami saat hendak akan dilakukan pemeriksaan. Kamipun segera mengamankan pengamen ini dan membawanya ke Mako Polresta Pekanbaru,”tutur Sunarti

Sunarti menambahkan, kegiatan Operasi Bina Kusuma 2017 ini sudah digelar aparat sejak beberapa hari belakangan ini. Ada beberapa yang berhasil terjaring, termasuk gelandangan hingga pengemis.

Polres Kampar

Satuan Reskrim Narkoba Polres Kampar ringkus pengedar narkoba disebuah rumah di Jalan D.I Panjaitan, Gang Titian Sungkai Kecamatan Bangkinang Kota. Selasa 17 Oktober 2017 pukul 14.30 Wib, 

Adanya informasi dari masyarakat, tim opsnal Narkoba Polres Kampar bekuk tersangka AB alias AH (26 ) warga Jalan D.I Panjaitan Gang Titian Sungkai Kec. Bangkinang Kota Kab. Kampar. Dari tangan tersangka, berhasil diamankan sejumlah barang bukti antara lain 13 paket kecil narkotika jenis shabu, 1 unit timbangan digital merk CHQ, 1 bal plastik bening pembungkus dan beberapa peralatan penggunaan shabu. 

Kapolres Kampar AKBP Deni Okvianto SIK MH melalui Kasat Narkoba AKP Tapip Usman saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan terhadap tersangka kasus Narkoba tersebut. “AB merupakan target yang kita incar dari tim Sat Narkoba Polres Kampar,”terang Tapip

Ditambahkan Tapip, bahwa pelaku saat ini telah diamankan di Polres Kampar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.”Pelaku akan dijerat dengan pasal 114 jo pasal 112 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat selama 5 tahun,”tutup Tapip (ari)