Besok, Berkas Tahap Satu Kades Kakenauwe Dikirim ke Jaksa

Besok, Berkas Tahap Satu Kades Kakenauwe Dikirim ke Jaksa

BERBAGI

BUTON, kabarpolisi.com – Berkas perkara yang melibatkan Kepala Desa Kakanauwe, Kecamatan Lasalimu, Taslim sebagai tersangka atas penyalahgunaan dana desa Tahun 2015 sebesar Rp 300 juta akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Buton dalam bentuk tahap satu oleh penyidik Reskrim Polres Buton, besok, Kamis (7/12/2017).

“Insya Allah besok berkasnya kita kirim dikejaksaan dalam bentuk tahap satu,” kata Kasatreskrim Polres Buton, IPTU Hasanuddin saat dikonfirmasi, Rabu (6/12/2017).

Taslim, kata dia, diduga membawa kabur uang dana desa sebesar Rp 300 juta sehingga beberapa waktu lalu polisi sempat menerbitkan daftar pencairan orang (DPO) terhadap bersangkutan dan berhasil ditangkap di Fak-Fak, Provinsi Papua Barat pada 16 November 2017.

“Dia (Taslim) sudah kita tahan di Polres Buton,” ujarnya.

Selain Taslim, lanjut Hasanuddin, pihaknya juga sudah menetapkan tersangka terhadap bendahara dana desa diwilayah itu atas dugaan keterlibatannya dalam pembuatan laporan pertanggungjawaban keuangan tersebut yang tidak sesuai dengan peruntukannya.

“Saya lupa nama bendaharanya, tapi dugaan kami bendahara terlibat dalam pembuatan pertanggungjawaban, karena dia sudah kasih keluar uang tapi tidak sesuai dengan peruntukannya,” jelasnya.

Terhadap bendahara tersebut, pihaknya tidak melakukan penahanan dengan alasan obyektif dan subyektif bahwa pelaku tidak akan mengulangi perbuatannya, tidak melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti, dan selalu kooperatif saat dimintai keterangan.

“Tidak ditahan karena alasan subyektif dan obyektif, tidak melarikan diri, tidak menghilang barang bukti, kooperatif saat dimintai keterangan,” terang Hasanuddin.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP dengan ancaman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.(La Ode Ali)

LEAVE A REPLY