Beranda DAERAH Bupati Indra Catri Apresiasi Polres Agam Usut Prostitusi Online Dibawah Umur

Bupati Indra Catri Apresiasi Polres Agam Usut Prostitusi Online Dibawah Umur

BERBAGI

Bupati Agam Indra Catri (bertopi) terekam sedang selfi bersama masyarakat (foto : ist)

Agam, Kabarpolisi.com – Publik dikejutkan oleh terungkapnya kasus prostitusi online yang melibatkan anak dibawah umur di wilayah hukum Polres Agam. Bupati Agam Indra Catri memberikan apresiasi kepada Polres Agam yang telah berhasil mengungkap kasus tersebut.

“Kita berterima kasih dan apresiasi kepada jajaran personil Polres Agam yang telah dengan cepat mengungkap praktek prostitusi online, termasuk kepada masyarakat yang telah melaporkan kejadian ini kepada aparat penegak hukum. Saya akan minta khusus kepada Kapolres agar kasus ini diusut sampai tuntas.” ungkap Indra Catri melalui sambungan telpon seperti dikutip dMagek.ID, Sabtu, (16/5/20) pagi.

Penegasan Bupati Agam ini disampakan atas ekspos dan pengungkapan kasus prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur oleh Kapolres dalam jumpa pers didepan awak media Jumat (15/5/20) kemarin.

“Jangan sampai ada yang ditutup-tutupi. Ini murni kejahatan asusila. Kita apresiasi tindakan cepat dan tegas yang diambil oleh Kapolres. Kita minta jajaran Polres Agam untuk mengusut sampai tuntas sesuai aturan yang berlaku, yang salah di hukum, termasuk hukuman sosial tentunya berlaku juga bagi mereka.” terang bupati dua periode ini.

Untuk mendalami pengungkapan kasus prostitusi online yang melibatkan anak dibawah umur tersebut, dMagek.ID mewawancarai Bupati Indra Catri.

Berikut kutipannya :

Dengan terungkapnya kasus prostitusi online ini apa program Agam madani akan dimasifkan lagi?

“Kita akan lakukan trakcing dan pelajari Anatomi kasusnya terlebih dahulu. Mudah-mudahan tidak masif dan tersruktur. Ibarat kasus covid kita juga akan kaji masuk klaster mana mereka ini”.

Mucikarinya kan masih muda-muda alias kaum milenial, bagaimana tanggapan Anda ?

“Makanya akan ditelusuri dulu. Ini gejala apa yang sesungguhnya terjadi. mereka masih muda belia sudah jadi mucikari dan pekerja seks, pakai online lagi, seperti dikota-kota besar saja”.

BACA JUGA  Kapolres Lhokseumawe Gelar Doa Bersama Untuk Korban Pesawat Sriwijaya Air

Mengingat ketiga mucikari adalah warga asli Lubuk Basung, artinya prostitusi online sudah merambah ke wilayah anda ?

“Sudah menjadi rahasia umum sekarang kalau bisnis seks online ini berkembang dimana-mana terutama diperkotaan. Kita belum tahu apakah ini klester luar daerah yang buka cabang dan pindah operasi atau memang murni tumbuh di Lubuk Basung, kita belum bisa mengambil kesimpulan namun tentunya tidak bisa mentolerirnya, karena merusak reputasi Agam Madani”.

Terakhir, Apa tindakan yang akan anda lakukan kedepan untuk mencegah kasus serupa tak terulang lagi ?

“Kita akan memperketat aturan dan akan melakukan penertiban rumah kost serta melakukan razia secara simultan guna menutup ruang gerak praktek prostitusi di Kab, Agam, mudah-mudahan ini menjadi pembelajaran bagi yang lain, peringatan juga bagi penyedia jasa kos-kosan termasuk para orang tua untuk lebih mengawasi pergaulan anak-anak mereka, karena ancaman prilaku maksiat dan penyakit masyarakat itu akan selalu muncul setiap saat kalau kita tidak waspada”.

(awe/dMP)