Beranda DAERAH Diduga Akibat Kelalaian Proyek Drainase PT Berakit Jaya, Akibatkan Banjir ke...

Diduga Akibat Kelalaian Proyek Drainase PT Berakit Jaya, Akibatkan Banjir ke Rumah Warga

BERBAGI

PADANG PANJANG – Ditenggarai pelaksanaan paket Pemeliharaan Priodik Jalan DAK Paket I, yang tersebar di 6 ruas jalan di Kota Padang Panjang, yakni Jalan Lubuk Mata Kucing, Jalan Komplek Pasar Sayur, Jalan Gudang Garam, Jalan Tembus Kampung Jawa, Jalan RSUD Ganting, dan Jalan Rao- Rao Koto Katiak, bakal tersandung.

Pasalnya, berdasarkan investigasi wartawan dilapangan, pengerjaan Pengaspalan dan Drainase yang dikerjakan oleh PT. Berakit Jaya dari dana DAK tahun 2020 dengan Pagu anggaran Rp. 5.752.509.000. dari enam titik yang dikerjakan salah satunya lokasi pasar sayur, Kelurahan Pasar Usang, Kota Padang Panjang, ditenggarai labrak speck, dan terlihat rugikan warga sekitar.

Seperti halnya, Rabu malam (9/12) saat hujan lebat, air meluber masuk ke rumah warga. Salah satu pemilik rumah yang terdampak, Muslim mengatakan, akibat banjir yang terjadi, perabotan rumah dan kamar tidur tergenang air hujan yang berasal dari drainase yang dikerjakan meluap.

“Sekira jam 20.00 Wib saat hujan lebat, tiba – tiba air masuk ke rumah kami dari drainase yang dikerjakan tersebut, sehingga mengenangi isi rumah. Kenapa drainase yang di buat tidak membuat aliran pembuangan air, sehingga air yang melimpah menuju ke rumah warga seperti air Bah,” cetusnya

Dikhawatirkan pekerjaan drainase tersebut sebelum nya sudah menunjukan ada sesuatu yang dilanggar serta janggal. Seperti halnya pekerjaan pembuatan saluran drainase yang membengkok.

Berdasarkan pengamatan wartawan, hal tersebut disebabkan adanya bangunan yang berdiri diduga tanpa izin.

Menyikapi kondisi lapangan, wartawan mencoba meminta tanggapan ke Kadis PUPR Kota Padang Panjang, Welda Yulsar, ST. MT via whatsup nya 08xx.xxxx1022. Namun hingga berita ini update, terkesan bungkam.

Terpisah Kabid Bina Marga Andri Putra ST, ketika di jumpai awak media dikantornya mengatakan, pengerjaan Proyek DAK 2020 yang dimulai dari tanggal 24 Agustus 2020 dengan pengerjaannya selama 120 hari, berakhir pada tanggal 21 Desember 2020 ini, ujar Andri.

BACA JUGA  Bahar, Anak Buah H Permata, Meninggal di Jambi

Dipaparkan, pihak PUPR sejak awal sudah memberikan arahan dan instruksi dan mencegah segala hal yang akan menimbulkan segala resiko.

“Agar kegiatan proyek dapat terlaksana dengan aman dan terkendali, kami hanya bisa sebatas memberikan instruksi saja, dalam pelaksanaan teknis dilapangan di kembalikan kepihak pemenang tender,” dalih Andri

Ditambahkan, “sejak tender dimenangkan oleh PT Berakit Jaya, hingga saat ini kami sudah 3 kali melayangkan surat peringatan kepada pihak pemenang tender tersebut,” tambahnya

Terkait pertanyaan wartawan tentang izin bangunan Ruko secara kasat mata telah memakan badan jalan, sehingga merubah jalur drainase menjadi bengkok.

Andri terlihat angkat tangan, “terlalu rumit untuk dijelaskan, pada intinya bangunan tersebut berdiri tanpa izin,” ujarnya

Sementara dipihak kontraktor, Romi sebagai pelaksana proyek dilapangan mengatakan, “anggota kita sudah turun kelokasi dan telah membicarakan dengan Bapak Muslim selaku korban dalam musibah tersebut.

Dan kesepakatan pihak rekanan akan memperbaiki dinding rumah yang rusak juga hal hal yang terdampak oleh kejadian semalam, dan pihak rekanan juga akan membuat aliran air menuju selokan dengan paralon 6 inci,” katanya

Anehnya lagi. Ketika wartawan berkunjung kelokasi proyek, tidak satupun dari pekerja yang memakai Alat Pelindung Diri (APD), padahal itu diwajibkan dalam dokumen kontrak pelindung dan kesehatan kerja.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Padang Panjang, Mardiansyah, A.Md, “Pemko membangun utk masyarakat nyaman aman, bukan malah sebalik nya, jadi musibah bagi masyarakat gara gara kecerobohan rekanan.

OPD harus tegas terhadap rekanan jika tidak mau di bilang ada “kong kalikong”, atau ada titipan dari pejabat, ibolah kito ka masyarakat. Urang tu karajo dapek untuang, kok masyarakat awak lo nan manangguangan,” ucap Mardiansyah dengan logat Minang (RMR)

BACA JUGA  Proyek Lapas Anak Kepri tak Selesai, Diduga Berbau KKN, LSM Getuk Siapkan Laporan