Beranda DAERAH Direktur Pencegahan BNPT Bicara Radikalisme di Tanjung Selor

Direktur Pencegahan BNPT Bicara Radikalisme di Tanjung Selor

BERBAGI

TANJUNG SELOR, kabarpolisi.com ~ perkembangan radikalsime saat ini terus menjangkau setiap sendi kehidupan masyarakat, bahkan tidak ada satu kelompok masyarakatpun yang luput dari bidikan kelompok radikal untuk menyebarkan paham-pahamnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, yaitu melalui jaringan media sosial.

Bahkan tidak jarang orang bisa terpapar paham radikal berangkat ke ISIS hanya karena terpengaruh propaganda melalui media sosial tersebut.

Hal itu diungkapkan Direktur Pencegahan, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI, Brigjen. Pol. Hamli, dalam sambutannya yang disampaikan, Kasi Penelitian dan Evaluasi, Puput saat membuka acara Desiminasi Survey Nasional Daya Tangkal Masyarakat Terhadap Radikalisme, di Hotel Kaltara Tanjung Selor, Kalimantan Utara, Kamis (26/10).

Dikatakan, survey nasional ini merupakan upaya BNPT dan FKPT untuk mengetahui kondisi ril masyarakat tentang potensi radikalisme yang ada di Kalimantan Utara.

Ia menambahkan, survey tersebut juga memotret tentang kemampuan masyarakat untuk menangkal perkembangan radikalisme agar tidak sampai berkembang di masyarakat. Ditambah lagi secara geografis letak Kaltara berada disebelah selatan Filiphina.

“Bagi BNPT dan FKPT, hasil survey ini dapat memberikan gambaran ril tentang potensi radikalisme dan daya tangkal masyarakat Kaltara terhadap radikalisme. Dengan adanya hasil ini akan dijadikan rujukan untuk perumusan kebijakan-kebijakan pencegahan terorisme di Kaltara”, ujarnya.

Lebih jauh Hamli menjelaskan, terorisme termasuk extra ordinary crime atau kejahatan luar biasa, karena lintas batas, lintas negara, lintas golongan, usia, tingkat dan pendidikan. Oleh sebab itu tegas perwira bintang satu Polri ini, perlu dilakukan pencegahan dengan cara yang luar biasa juga, melalui sinergi masing-masing instansi pemerintahan dan dengan kelompok masyarakat.

“Pencegahan terorisme tidak bisa hanya bertumpu pada BNPT dan FKPT di tingkat daerah. Kemampuan dan sumber daya yang dimiliki oleh BNPT dan FKPT sangat terbatas , karena itu dengan data hasil survei ini, mari kita tindak lanjuti dengan merancang program-program pencegahan terorisme yang terprogram berdasarkan tupoksi masing-masing”, pungkasnya. (Agustia/ Lingga)

Judul : Pencegahan Terorisme Tidak Bisa Hanya Bertumpu pada BNPT dan FKPT