Beranda DAERAH Hanura Aceh : Survei Dilawan dengan Survei

Hanura Aceh : Survei Dilawan dengan Survei

BERBAGI

Syafruddin Budiman

JAKARTA,kabarpolisi.com– Beberapa bulan terakhir, paska Rapimnas di Bali, euforia kebangkitan partai Hanura sangat terasa. Bahkan Rakornas di Banten seolah menambah semangat baru energi partai. 

Hal ini dibarengi dengan telah dibukanya pendaftaran Bacaleg di seluruh daerah di Indonesia, mulai dari DPRK, DPRD dan DPR-RI. Pendaftaran sejauh ini mendapat response positif dari masyarakat. 

“Bukan politik namanya kalo landai-landai saja. Pergerakan partai dengan progress signifikan ini tidak dinikmati oleh kompetitor kita. Segala cara akan timbul untuk membendung kebangkitan ini, mulai dari gosip-gosip miring, fitnah, dan pembentukan opini,”terang ketua DPD Hanura Provinsi Aceh Syafruddin Budiman kepada kabarpolisi.com, Kamis (05/10) 

Dijelaskan Syafruddin, kemungkinan hasil survey SMRC yang dalam kesimpulannya menyatakan bahwa seandainya pemilu diadakan hari ini, maka Hanura dan Nasdem tidak akan lewat parlementary treshold. Hasil survey ini disambut sorak sorai para kompetitor kita.

Terbukti, dari pantauan social media, banyak simpatisan partai lain menshare hasil ini bisa dari capturan berita di salah satu TV Swasta dan berita dr beberapa media online. Seperti contoh framing judul media merdeka.com : “Survei SMRC: PDI-P 27,1%, Nasdem Hanura tak lolos Parlemen”. 

Tentunya ini sangat merugikan disaat kita sedang gencar-gencar nya mengajak seluruh tokoh terbaik di daerah-daerah untuk mendaftarkan diri bertarung di Pileg 2019 nanti. Kerja keras selama ini seolah hancur hanya karena Rilis survey SMRC, lembaga yang menurut peneliti UI memperoleh Rapor merah ini. 

Tapi apapun itu, realita masyarakat kita sekarang adalah, masyarakat yang mudah dipengaruhi dengan Opini. Bahkan, kemenangan politik di negeri ini tak bisa dipisahkan dengan pembentukan Opini publik. 

Sebagai partai yang pada pemilu terakhir 2014 menduduki posisi ke 10 dengan perolehan suara kurang lebih 6,5 jt (5.2%), tentunya masukny energi baru dalam bentuk bergabung nya tokoh-tokoh potential diharapkan mampu meningkatkan suara Hanura pada pileg 2019 nanti. Seluruh pengurus partai baik di Nasional maupun daerah harus mampu meyakinkan tokoh-tokoh potential untuk berkompetisi di 2019 menggunakan ‘kendaraan’ Hanura. Bahasa marketing nya, Kemasan Hanura harus menarik agar diminati. Dan salah satu faktor utama pelengkap kemasan adalah opini publik. 

Survey harus dilawan dengan survey!. Ya harapan kita tentunya harus ada survey pembanding untuk melawan opini yang sudah tebentuk dari buah hasil rilis SMRC. Survey skala nasional yang menunjukkan progress partai di dukung dengan Cover media yang kuat akan sangat membantu menarik perhatian para tokoh potential yang siap menjadi energi baru kemenangan partai hanura di 2019. Jangan sampai kerja keras real kita di lapangan hanya hancur akibat sedikit kelemahan kita dalam membentuk opini di masyarakat. 

“Ayo terus semangat! dengan kerja keras dan kerja cerdas pasti Hanura akan semakin berkibar. Bangkit Hanura! Jaya Hanura! Menang Hanura!,”tutup ketua DPD Hanura tersebut (Ari)