BERBAGI

MERANTI, kabarpolisi.com – Keluarga pelaku penyerangan di Markas Polisi Resord (Mapolres) Kepulauan Meranti AH (43) beberapa waktu lalu ikhlas atas kepergian Almarhum. Diketahui AH merupakan pelaku penyerangan di Mapolres Kepulauan Meranti pada Rabu (11/03/2020) yang terpaksa dilumpuhkan oleh Anggota Kepolisian karena menggunakan senjata tajam.

Setiawan Ardi Wiranata (23) anak pertama pelaku menyampaikan bahwa keluarga ikhlas atas wafatnya Almarhum.

“Saya Setiawan Ardi Wiranata anak pertama dari Bapak Abdul Hamid dan Ibu Sarinah menerima dengan ikhlas atas kejadian yang menimpa Almarhum”, ungkapnya pada Kabarpolisi Media Group, Sabtu (14/03/2020).

Anak pertama yang akrab disapa Iwan tersebut, juga menjelaskan sudah menerima dengan lapang dada dan menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada pihak berwajib.

“Kami dari keluarga sudah ikhlas, dan saya pun sudah ke Polres melihat rekrontruksi adegan. Kami sepenuhnya menyerahkan proses selanjutnya kepada penegak hukum,” tambahnya.

Iwan yang didampingi keluarga juga meminta kepada seluruh media sosial, media online dan dan media cetak untuk tidak memberitakan kejadian yang tidak benar.

“Saya dan keluarga meminta kepada seluruh media sosial, media online dan media cetak agar tidak memberitakan hal-hal yang tidak benar. Beliau sudah tenang disana,” pintanya.

Kemudian ungkapan senada disampaikan Dana (20) anak kedua Almarhum yang berharap kepada semua pihak untuk tidak memperkeruh suasana dan menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum agar menyelesaikan kasus ini dengan adil.

“Kami meminta kepada semua pihak untuk tidak meprokasi keadaan dan membuat berita yang simpang siur. Karena Ayah kami sudah tenang dialam sana. Kami menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum untuk melakukan penyelidikan dengan seadil-adilnya,” harapnya.

Selanjutnya Sarinah (40) istri AH juga berharap agar semua pihak membantu meringankan beban bukan justru memperkeruh suasana.

BACA JUGA  Cegah Penyebaran Covid-19 Kapolres Sawahlunto Bagikan Masker

“Kami meminta agar semua pihak tidak memperkeruh suasana. Kami sudah ikhlas dan terima kejadian ini. Suami  saya meninggalkan tiga orang anak, Iwan yang berusia 23 tahun, Dana 20 tahun, dan Rizal 7 tahun, merupakan amanah yang menjadi tanggungjawab saya. Dan menjadi fokus saya kedepan, karena mereka masih kecil-kecil dan membutuhkan biaya untuk menempuh pendidikan untuk menggapai cita-cita mereka,” pungkasnya. (Rama/ND)