BERBAGI

Muslimin, Kepala Kantor Basarnas Ambon

AMBON, kabarpolisi.com – Kapal nelayan KM Mina Sejati dibajak saat berlayar di perairan selatan Kepulauan Aru. Pembajakan terjadi Jumat (16/8) sekitar pukul 16.00 WIT. Kapal dibajak oleh tiga anak buah kapal (ABK) KM Mina Sejati sendiri. Dari peristiwa pembajakan ini, dua ABK tewas.

KM Mina Sejati diawaki 36 ABK. Dugaan awal, penyebab pembajakan karena adanya perkelahian diantara sesama ABK. Tiga ABK yang diketahui membajak kapal yaitu Nurul Huda (Masinis) serta dua ABK lainnya yaitu Ferri Dwi Lesmana dan Qersim Ibnu Malik.

Kepala Kantor Badan SAR Nasional (Basarnas) Ambon Muslimin membenarkan peristiwa ini. Namun ia belum bisa memastikan motif pembajakan oleh ABK.

“Benar terjadi pembajakan KM Mina Sejati di perairan selatan kepulauan Aru. Kejadiannya Jumat sore sekitar pukul 16.00 WIT dan kami baru Terima info pukul 18.31 WIT. Hingga kini diinfokan dua ABK tewas,” ungkap Muslimin, Minggu (18/8) di Ambon.

Ia katakan, saat kejadian dari 36 ABK diatas kapal sebanyak 13 ABK nekat melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. Diduga mereka khawatir keselamatan diri karena ketiga pelaku mengamuk menggunakan samurai dan parang.

13 ABK yang melompat ke laut ini sempat ditolong tiga kapal lain yaitu KM Marcel Jaya 56, KM Gemilang Samudera dan KM Surya Terbit. Namun dua dari 13 ABK ini tewas. Hingga kini belum diketahui identitas dua ABK tersebut.

Muslimin jelaskan setelah mengetahui peristiwa pembajakan ini, pihak kapal penolong menginformasikan ke Basarnas Kota Tual yang langsung berkoordinasi dengan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan) PSDKP) Tual serta Pangkalan Angkatan Laut (LANAL) Tual. Koordinasi dilakukan untuk melakukan pencarian kapal naas tersebut.

Tak lama berselang, TNI AL memberangkatkan satu kapal perang KRI Teluk Lada (TLD) dengan nomor lambung 521 menuju ke lokasi. Kapal perang dengan spesifikasi angkut tank (AT) tiba di perairan selatan Kepulauan Aru Sabtu (17/8) sekitar pukul 15.30 WIT.

“Saat mendapat kapal yang dibajak itu, KRI TLD-521 segera melakukan penyergapan,” ujar Muslimin.

Dari hasil pantauan diketahui kondisi KM Mina Sejati mengalami kebocoran pada lambung kapal. Kamar mesin sudah tergenang air dan bagian buritan kapal mulai tenggelam. Namun kapal masih bisa mengapung. Kondisi 23 ABK yang masih berada di KM Mina Sejati belum bisa dipastikan.

Muslimin ungkapkan, hingga kini KRI TLD-521 masih terus melakukan olah gerak mendekat ke KM Mina Sejati untuk mencari tahu situasi dalam kapal serta kondisi 23 ABK. (Imran).