Beranda DAERAH Kapolres Bukittinggi : Sekitar 363 Toko Terbakar di Pasar Atas

Kapolres Bukittinggi : Sekitar 363 Toko Terbakar di Pasar Atas

BERBAGI

BUKITTINGGI, kabarpolisi.com – Kepala Polres Bukittinggi, Sumatera Barat AKBP Arly Jembar Jumhana mengatakan toko yang terbakar di Pasar Atas, Bukittinggi Senin pagi kemarin sekitar 363 toko.

“Dari keseluruhan jumlah  keberadaan ruko yang berada di pasar atas terdiri dari Blok A1,A2 ,A 3/B1 ,B2,B3, / C1 ,C2,C3,” kata Kapolres kepada wartawan tadi siang di Bukittinggi.

Sedangkan nilai kerugian menurut perkiraan Kapolres mencapai ratusan miliar. “Bisa jadi di atas Rp 1 Triliun. Masih perkiraan ini,” katanya.

Kerugian yang terjadi nampaknya juga akan berdampak penurunan ekonomi karena pasar atas merupakan pusat perdagangan cukup besar di Sumatera Barat.

Menurut Kapolres, Tim INAFIS  memungkinkan masuk ke TKP apa bila sudah ada arahan dari Tim SATGAS DAMKAR karena masih pendinginan.

Seperti diberitakan kabarpolisi.com telah terjadi kebakaran hebat Senin 30 oktober 2017 pukul 05.30 wib.di Kelurahan Benteng Pasar Atas / Lantai dua  Kecamatan Guguk panjang Kota Bukittinggi.

Kejadian Kebakaran di perkirakan berasal dari blok c, tempat tukang jahit baju belakang pasar atas. Info yang di dapat api berasal dari percikan api yang berawal dari trafo dimana di situ di duga awal api berasal.

Ada beberapa saksi  yang salah satunya  Ketua ronda pasar atas yang barnama Edi  berumur 38 tahun berasal dari jangkak  suku Koto yang  di mintai keterangan bahwa pada pukul 05. 30 rombongan ronda  yang terdiri dari 6 orang melihat Api di blok C lantai dua pasar atas sudah besar dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke pemadam kebakaran melalui via telepon.

“Dan  sekitar pukul 05.30 pemadam kebakaran kota bukittinggi tiba dilokasi dan lansung melakukan pemadaman hingga pukul 11.00 siang tadi,” katanya.

Pemadaman dilakukan melibatkan 6 unit Damkar kota bukittinggi, 4 unit Damkar Agam, 2 unit Damkar payakumbuh, 1 unit Damkar pariaman ,2 unit Damkar kota solok, 1 unit Damkar kota padang.
Dan melibatkan  masyarakat TNI ,POLRI,PMI, TAGANA, dan beberapa Ormas kepemudaan. (nia)